SuaraCianjur.id - Kondisi ruang kelas dan fasilitas belajar mengajar di SDN Maleber 4 Kabupaten Cianjur, sangat mengkhawatirkan bahkan membutuhkan perbaikan secepatnya.
Pihak sekolah menuturkan, jika kondisi sekolah saat ini membutuhkan renovasi. Khususnya pada bagian kelas, toilet dan beberapa fasilitas penunjang belajar.
Kepala Sekolah SDN 4 Maleber, Endang Supaindi menjelaskan jika pihak sekolah sudah berkali-kali mengajukan bantuan kepada pemerintah untuk melakukan renovasi.
Pengajuan sendiri sudah dua kali melalui DAK pada tahun 2019 dan tahun 2020, namun hingga saat ini tidak ada respon sama sekali.
“Sampai sekarang belum ada realisasinya, pengajuan sudah beberapa kali, berkasnya juga banyak,” bebernya.
Guna menjaga kestabilan proses belajar mengajar, akhirnya pihak sekolah sering kali melakukan renovasi sedikit-sedikit menggunakan dana pribadi.
“Kami sempat melakukan perbaikan beberapa ruang kelas, tapiitu pun biaya dari kami, kalau dari Pemerintah sampai saat ini belum ada,” terang Endang.
Nahasnya, tampak beberapa ruang kelas dengan atap yang sudah rapuh dan dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan para siswa.
“Untuk kelas 3 masih rusak dan lapuk, terlihat atap ruang kelas yang hampir jatuh, dengan kondisi atap dari bilik bambu, Kelas tersebut masih dipakai, sempat khawatir sih takut atapnya jatuh, tapi mau gimana lagi, mudah-mudahan segera bisa diperbaiki,” ujarnya.
Baca Juga: Pentinganya Jaga Kesehatan Mental Maka Lakukan Cara-cara Ini, Segera Lakukan dari Sekarang
Endang berharap jika sekolah SDN Maleber 4 bisa segera mendapat bantuan guna renovasi.
“Mudah-mudahan ada bantuan yang di berikan kepada pihak sekolah,” kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional