/
Jum'at, 14 Oktober 2022 | 13:00 WIB
Pentingnya suntikan HPV kata Zoya Amirin (Foto Istimewa / Tangkapan Layar Youtube)

SuaraCianjur.id – Menjaga kesehatan alat reproduksi bagi seseorang adalah hal yang mutlak dan sangat penting.

Hal ini dilakukan demi mencegah datangnya penyakit kelamin yang sangat mematikan. Termasuk juga dengan menjaga kesehatan alat reproduksi, akan menurunkan risiko  dari penularan penyakit reproduksi.

Menjaga kesehatan reproduksi dilakukan tidak hanya untuk pasangan suami istri saja, tapi buat semua orang mulai dari dari kelompok remaja hingga dewasa.

Menurutnya semua lapisan umur harus tetap menjaga kesehatan alat reproduksi, demi menjamin keberlangsungan hidup manusia dari generasi ke generasi selanjutnya.

Melansir dari kanal Youtubenya, Jumat (14/10/2022), Zoya Amirin membagikan salah satu cara untuk menjaga kesehatan alat reproduksi.

Dari sekian banyak cara satu diantaranya seseorang harus melakukan suntikan vaksin HPV.

“Suntik vaksin HPV ini sangat penting karena untuk menghindari infeksi terhadap virus” terang Zoya Amirin.

HPV sendiri adalah singkatan dari Human Papillomavirus atau virus yang menyebabkan infeksi pada permukaan kulit. Itu berpotensi menyebabkan kanker serviks. Penyebaran virus HPV ini terjadi melalui aktivitas seksual.

Bagi seseorang yang terkena HPV, akan merasakan tumbuhnya kutil di berbagai tempat  seperti pada bagian bahu, lengan, jari tangan, telapak tangan, area wajah, bahkan di kelamin.

Baca Juga: Apa Kata Lesti Kejora Soal Pencabutan Laporan Dugaan KDRT saat Rizky Billar Sudah DItahan Polisi?

Makanya pilihan untuk menyuntik vaksin HPV adalah jawaban solusi untuk menghindari hal tersebut. Suntikan HPV berlaku bagi wanita dan laki-laki.

“Suntik vaksin HPV juga diperlukan tidak hanya untuk wanita tetapi laki-laki juga sangat penting” terang Zoya Amirin.

Menurut Zoya Amirin, para lelaki juga rentan bisa terkena atau tertular virus ini dari pasangannya. Suntik vaksin HPV dilakukan sebanyak dua kali untuk remaja 15 tahun. Sementara suntikan tiga kali untuk usia 15 sampai 26 tahun, dalam periode 6 bulan.

Kontributor: Zafirah Nurtsanyah

Load More