- BPS mencatat sektor ekonomi kreatif Indonesia menyerap 27,4 juta tenaga kerja dengan kontribusi PDB mencapai Rp1.611,2 triliun.
- CapCut menggelar CapCut Gala 2026 pada Mei 2026 untuk mengapresiasi 21 pemenang kreatif dari berbagai kategori kompetisi.
- Platform CapCut memfasilitasi kreator lokal melalui teknologi digital dan AI guna meningkatkan produktivitas serta kualitas karya video.
Suara.com - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sektor ekonomi kreatif Indonesia menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja di tahun 2025.
Angka ini setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional, sekaligus meningkat dari 26,48 juta dari 2024 lalu. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional juga mencapai Rp 1.611,2 triliun atau 7,28 persen di 2024.
Sementara itu Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat bahwa ekonomi kreatif mencakup 17 subsektor termasuk di antaranya film, animasi, video, aplikasi, dan konten digital, yang kini semakin berkembang seiring meningkatnya peran platform digital dalam kehidupan masyarakat.
Maka dari itu CapCut hadir dan membuka akses lebih luas bagi kreator lokal sebagai pelaku industri kreatif untuk berkarya, berkolaborasi, dan berkembang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sebagai wujud apresiasi bagi para kreator dan pelaku industri kreatif, CapCut Gala 2026 digelar sebagai puncak dari kompetisi digital para kreator yang berlangsung selama Februari hingga April 2026.
Dalam acara ini CapCut menganugerahi 21 pemenang dari 21 kategori penghargaan yang mencakup tiga kategori besar yaitu kreator, agensi, dan konten.
Penghargaan ini diberikan kepada kreator yang secara konsisten menunjukkan inovasi dan kreativitas terbaik melalui karya mereka di CapCut. Tidak hanya itu, template buatan para kreator ini turut membantu komunitas berbagi cerita secara kreatif lewat video, serta memperkaya ekosistem kreatif digital di Indonesia
Kesi Ismayani, kreator asal Bogor sekaligus pemenang penghargaan "Top Creator CapCut 2026", membagikan pengalamannya sebagai kreator CapCut.
“Selama dua tahun terakhir, saya aktif merilis berbagai templat video CapCut dengan konten bergaya sinematik dan kutipan (quotes). Ternyata templat saya sangat populer dan banyak digunakan oleh pengguna CapCut. Hal ini mendorong saya yang awalnya berprofesi sebagai karyawan untuk memberanikan diri menjadi kreator CapCut penuh waktu," katanya, dikutip Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket
Sementara itu, Abu Laist selaku pemenang penghargaan "Best Template Production CapCut Gala 2026" mengaku sejak menggunakan CapCut, dirinya fokus mengembangkan template termasuk Cinematic Ramadan yang membawanya meraih penghargaan.
"Meskipun saya berdomisili di Lampung, CapCut membantu saya berkarya dengan mudah tanpa batasan lokasi, dan bahkan karya templat saya bisa digunakan oleh kreator lainnya di Asia Tenggara," ungkapnya.
Dengan fitur editing lengkap di CapCut, para kreator pun bisa semakin mudah dalam berkarya. Sejumlah fitur editing yang tersedia antara lain transisi, filter, efek, teks, dan stiker; templat siap pakai yang memungkinkan siapa pun menghasilkan video berkualitas tinggi dalam hitungan detik; hingga fitur utilitas berbasis AI seperti text-to-image dan AI poster, untuk meningkatkan produktivitas kreatif pengguna.
Berita Terkait
-
BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket
-
Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya
-
BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata
-
Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!