SuaraCianjur.id - Pemda Cianjur lakukan pengawasan terhadap apotek-apotek, setelah adanya kasus 192 gagal ginjal akut pada anak yang salah satunya ditemukan di Cianjur.
Bupati Cianjur Herman Suherman bersama Pemda minta langsung instruksikan kepada Dinkes Cianjur, untuk pantau obat di setiap apotek di Cianjur, terlebih obat jenis sirup, sebagai antisipasi terjadinya gagal ginjal akut.
"Menyusul adanya imbauan dari Kementerian Kesehatan RI terkait penghentian sementara penjualan obat berbentuk sirup serta tidak memajang stok obat di etalase. Ini menjadi tugas dinas kesehatan untuk memantau dan memberikan sanksi bagi pelanggar," katanya di Cianjur, Rabu, seperti dikutip dari Antara.
Selain pada apotek, Pemda Cianjur juga pantau dokter dan tenaga kesehtan lainnya di Cianjur, untuk juga tidak memberikan obat sirup.
Pemda Cianjur, lanjut Herman minta untuk disiapkan penangan khusus jika didapati ada ksus tersebut di Cianjur.
"Saya minta penanganan terhadap anak yang menderita gejala tersebut, mendapat pelayanan khusus sampai sembuh dari tim kesehatan di RSUD atau dinas kesehatan," katanya.
Terpisah, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Cianjur, Budi Mirsanto, instruksi dari Pemda Cianjur, langsung disampaikan kepada pemilik apotek yang ada di Cianjur.
"Pemilik dan pengelola diminta untuk tidak melayani penjualan obat jenis sirup untuk sementara, kami juga menyebutkan sanksi yang akan dikenakan bagi yang melanggar," katanya.(*)
Sumber : Antara
Baca Juga: Jadwal Persib vs Persija Belum Pasti, Thomas Doll Fokus ke Program Kebugaran
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Fakta Kronologi Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Bermula dari Palembang
-
Kiandra Ramadhipa Ungkap Rahasia Manuver Nekat di Lap Terakhir GP Spanyol
-
Bongkar Tuntas Biaya Perawatan dan Spesifikasi Lengkap Wuling Eksion EV dan PHEV, Irit Banget?
-
3 Jam Tangan Mewah Maia Estianty dan Suami di Pernikahan El Rumi, Jangan Hitung Nol-nya
-
Toba Pulp Lestari PHK Karyawan Setelah Izin Operasi Dicabut Pemerintah
-
Kartini Masa Kini: Kisah Mispa, Mantri BRI yang Tembus Hutan Demi Literasi Keuangan
-
Sukarela yang Terasa Wajib: Biaya Tak Tertulis di Balik Sekolah Gratis
-
4 Rekomendasi Sunscreen Tekstur Cream untuk Kulit Lembap dan Terlindungi
-
Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak
-
Statistik Gemilang Maarten Paes saat Ajax Bungkam NAC Breda