SuaraCianjur.id- Riski Nur Askia (18) seorang ART yang dikabarkan mendapatkan kekerasan dari majikan tempat dia bekerja. Berbagai tindakan kekerasan dialami oleh gadis asal Cianjur tersebut.
Bahkan kejinya sang majikan tak memberikan hak seutuhnya kepada Riski. Paman dari Riski Nur Askia bernama Ceceng berharap kalau majikannya bisa segera mendapatkan proses dari kepolisian.
Bekerja sebagai ART di rumah Ajeng Adelia dan suaminya bernama Riki, Riski kerap mendapatkan tindakan kekerasan yang tak lazim lagi.
Ia kerap mendapatkan laying pukulan ketika kinerjanya dianggap tidak bagus. Riski menerima hantaman pukulan, tendangan hingga rambutnya dilontos. Bahakn majikannya pernah menyiam Riski pakai air cabai.
Lebih parahnya, majikannya itu diseutkan pernah menelanjangi Riski dan menyusuh tidur di balkon.
"Intinya Rizki yang seorang ART butuh perlindungan, supaya tidak ada lagi ART lain yang mengalami kekerasan seperti Riski alami," ungkap Ceceng mengutip dari Suara.com, Kamis (27/10/2022).
Sebelumnya Riski sudah mengadu kepada Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di hari Selasa (25/10) kemarin.
Ceceng mendampingi Riski dan aktivis dari Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT).
Moeldoko, Deputi II Abetnego Tarigan, dan Tenaga Ahli Utama dr. Noch T. Mallisa menemui korban dugaan tindakan kekerasan dari majikannya itu.
Baca Juga: 8 Siksaan ASN Ajeng Adelia Untuk Riska Pembantunya
Riski mengaku kepada Moeldoko sudah menjadi korban kekerasan dari majikannya. Dirinya kerap menerima penyiksaan secara fisik maupun psikis.
Gadis asal Cianjur ini juga turut mengaku tidak mendapatkan gaji sebagai haknya secara penuh. Gaji yang dijanjikan sebasar Rp 1,8 juta per bulannya. Tapi kerap dipotong dengan dalih menggantikan barang yang rusak.
“Satu bulan saya digaji satu juta delapan ratus. Tapi selalu dipotong kalau saya melakukan kesalahan. Enam bulan kerja, saya hanya bisa bawa pulang uang dua juta tujuh ratus saja bapak,” ungkap Riski.
Riski mendapatkan pekerjaan sebagai ART itu ketika ditawari oleh tetangganya. Kemudian difasilitasi oleh sebuah yayasan.
Tapi Riski tidak tahu pasti apakah yayasan yang menyalurkannya itu resmi atau tidak
"Prosesnya hanya satu hari, setelah itu saya diantar di pinggir jalan. Dan di situ saya dijemput oleh majikan gitu aja prosesnya," kata Riski.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan