SuaraCianjur.id- Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan bersuara terkait dengan datanganya desakan yang meminta dirinya mundur dari kursi jabatan Ketum PSSI.
Hal itu terjadi buntut dari Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada hari Sabtu (1/10) hingga menewaskan ratusan orang.
Termasuk TGIPF pun memberikan sekedar saran kepada Ketum PSSI untuk mundur.
Namun desakan tersebut dijawab oleh pria yang akrab disapa Iwan Bule ini. Secara tegas dirinya mengatakan tak akan mundur dari posisinya sebagai Ketua Umum PSSI.
Alasan bagi dirinya kalau mundur akan sama saja seperti seorang pengecut dan tidak bisa menyelesaikan masalah.
Maka dari Iwan Bule mengklaim sebagai Ketum PSSI yang bertanggung jawab, dirinya akan tetap mengisi kursi prang nomor satu di PSSI.
"Kalau mundur itu menurut kami tidak menyelesaikan masalah. Kalau saya mundur saya pengecut, saya pecundang,” ungkap Iwan Bule dikutip dari Kompas TV, Sabtu (29/10/2022).
Dirinya menyatakan siap untuk memberikan jalan keluar dalam permasalahan yang terjadi. Kalaupun mundur Iwan Bule memilih untuk pulang ke rumah dan tidur.
"Oh saya mundur tidur saja, pulang ke rumah. Tapi masa saya meninggalkan apa yang terjadi sekarang," kata dia.
Tindak lanjut dalam penyelesaian masalah yang terjadi, Iwan Bule mengatakan untuk membentuk Tim Task Force Transformasi yang terdiri dari PSSI, Pemerintah Indonesia, Polri, AFC, hingga FIFA.
Upaya Percepat KLB
Sementara itu, Iwan Bule juga turut mengatakan soal tahapan kongres luar biasa (KLB). Agenda itu akan dimulai dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada FIFA. Pihaknya tengah berupaya untuk memerceat proses KLB tersebut.
"Tahapan Kongres Luar Biasa akan kami mulai dari berkirim surat pemberitahuan kepada FIFA berisi usulan kongres," jelas Iwan Bule dalam Youtube PSSI TV, Sabtu (29/10/2022).
Menurutnya alasan PSSI mempercepat agenda KLB demi mencegah adanya perpecahan yang terjadi di kalangan anggotanya. Jadwalnya KLB akan digelar di bulan November 2023
Dari Statuta PSSI kalau KLB digelar bila ada permintaan tertulis dari 50 persen atau dua pertiga dari jumlah total anggota PSSI.
Selain itu, maka agenda KLB bisa dilaksanakan tiga bulan usai PSSI menerima permohonan itu. Hanya saja baru ada dua anggota PSSI yang mebgajukan permintaan utnuk KLB, yakni dari Persis Solo dan Persebaya Surabaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar