SuaraCianjur.id- Dengan meniru gerakan dan gaya yang diperlihatkan dalam film dewas bisai memberikan gariah dalam berhubungan seks meningkat. Tak sedikit pasangan yang ingin melakukan hal itu.
Namun menurut pakar Seksolog Zoya Amirin hal itu tidak lah benar.
Dirinya membocorkan soal bahayanya dari pasangan yang mencoba meniru adegan gituan yang ada di film dewasa.
Menruut Zoya Amirin terkait dengan adegan dari berhubungan biologis yang ditayangkan dalam film dewasa itu, tidak semua harus dicoba ketika dalam berhubungan seks secara nyata.
Karena apa yang ditampilkan dalam film hanyalah bagian dari skenario saja. Sehingga jauh dari realitanya.
"Parahnya di film dewasa itu kenyataannya tidak seperti itu. Karena memang telah disetting," kata Zoya Amirin melansir dari YouTube Jack TV Official, dilihat Minggu (6/11/2022).
Menurut Zoya Amirin, jika adegan dalam film dewasa untuk masalah sensasi pada saat berhubungan intim, dibuat dengan cepat.
"Dalam film -film dewasa itu seolah wanita dicolek sedikit langsung basah, padahal kan sebenarnya perlu usaha untuk mendekati wanita,” kata Zoya Amirin.
Dirinya menilai kebanyakanya pasangan, punya ekspektasi yang tinggi ketika usai diriya menyaksikan film dewas.
Baca Juga: Kata Zoya Amirin, Kecanduan Film Porno Bagi Wanita Bisa Bikin Begini
Sehingga hal itu menuntut untuk mencoba dan mempraktikan soal gaya dan hubungan seks seperti persis dalam film.
Bahkan Zoya Amirin turut mengishkan ketika dirinya berkunjung, ke sebuah industri film dewasa yang berada di California. Dalam proses casting yang dilihat oleh Zoya, para pemain memang benar-benar melakukan latihan yang tidak sembarangan. Bahkan kata dia hal itu sangat sulit.
"Mereka pegel rasanya tercekik, hingga tak nyaman namun dibuat seolah-seolah menikmati," ungkap Zoya Amirin.
Para pemeran dewas itu bahkan kata Zoya Amirin, harus berlatih selama 10 hari, supaya bisa terlihat secara profesional di depan kamera.
"Bayangkan latihan-latihannya ini, diambil oleh pasangan yang ingin melakukan adegan seperti di film itu," jelas Zoya Amirin.
Maka dari itu dibandingkan dengan mencoba meniru adegan hubungan seks di film dewasa, ada baiknya kata Zoya untuk membangun fantasi melalui obrolan dan berdiskusi bersama pasangan.
"Justru malah lebih seksi dari pada di film dewasa, yang udah jelas-jelas nggak seperti itu adalah untuk ngobrol sama pasangan tentang fantasi," pungkas Zoya Amirin. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
HMI Jateng-DIY Geruduk BI: Sentralisasi Cekik Daerah, Rakyat Dipaksa Hidup dari Pinjol!
-
Gang Aigi Karanggan Ditutup, Ini Panduan Jalur Pengalihan Lewat Underpass Narogong
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Juni: Ada Diamond Gratis, Emote Pildun, dan Loot Box
-
Konsumen Toyota dan Lexus Jengah, Protokol Recall 270 Ribu Unit Mobil Jadi Sebabnya
-
Sosok yang Selalu Duduk di Kursi Kosong
-
Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat
-
8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat