Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB
ilustrasi penyakit jantung (freepik.com/drazenzigic)
  • Mitra Keluarga Kelapa Gading menyediakan teknik operasi bypass jantung MICS CABG tanpa membelah tulang dada sejak setahun terakhir.
  • Prosedur bedah minimal invasif tersebut berhasil menangani lebih dari seratus pasien penyakit jantung koroner dari berbagai daerah di Indonesia.
  • Teknik ini memberikan manfaat berupa minimnya rasa nyeri, pemulihan lebih cepat, dan pasien bisa pulang dalam lima hari.

Suara.com - Operasi bypass jantung selama ini dikenal sebagai prosedur besar yang mengharuskan dokter membelah tulang dada untuk mencapai jantung. Gambaran tersebut sering membuat banyak pasien merasa khawatir sehingga menunda pengobatan. 

Namun, kemajuan teknologi bedah kini menghadirkan pendekatan yang lebih modern melalui Minimally Invasive Cardiac Surgery Coronary Artery Bypass Graft (MICS CABG), yakni operasi bypass dengan sayatan kecil tanpa perlu membelah tulang dada.

Teknik ini menjadi salah satu terobosan dalam penanganan penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah koroner menyempit atau tersumbat akibat penumpukan plak. 

Penyumbatan tersebut mengurangi aliran darah dan oksigen ke otot jantung sehingga dapat menimbulkan nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, gangguan irama jantung, hingga serangan jantung. 

Pada kasus tertentu, ketika obat-obatan maupun pemasangan stent tidak lagi efektif, operasi bypass menjadi pilihan untuk mengembalikan aliran darah ke jantung.

Berbeda dengan operasi bypass konvensional, prosedur MICS CABG dilakukan melalui sayatan kecil di sela tulang rusuk. Dokter tetap membuat jalur baru menggunakan pembuluh darah sehat untuk melewati pembuluh darah yang tersumbat, tetapi tanpa membuka tulang dada. 

Pendekatan ini membantu mengurangi trauma jaringan, menekan nyeri pascaoperasi, sekaligus mempercepat proses pemulihan.

Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular Konsultan Jantung Dewasa Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD (K), mengatakan pasien yang menjalani prosedur minimal invasif umumnya dapat pulang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.

"Kalau minimal invasif, pasien bisa lima hari pulang dari rumah sakit, kemudian beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Toraks dan Kardiovaskular dr. Marolop Pardede, Sp.BTKV, Subsp. VE (K), MH, menjelaskan bahwa ukuran luka yang lebih kecil tidak mengurangi efektivitas operasi. 

Menurutnya, seluruh pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan tetap dapat dilakukan bypass meski tindakan dilakukan melalui sayatan sekitar 7–8 sentimeter.

Perkembangan teknik ini juga mulai tersedia di Indonesia. Salah satu rumah sakit yang mengembangkan layanan MICS CABG adalah Mitra Keluarga Kelapa Gading. 

Dalam satu tahun terakhir, rumah sakit tersebut telah menangani lebih dari 100 pasien penyakit jantung koroner menggunakan teknik bedah minimal invasif.

Penanganan dilakukan oleh tim dokter bedah jantung yang berpengalaman, yaitu dr. Wirya Ayu Graha, dr. Marolop Pardede, dan dr. Bimo Kusumo.

Direktur Regional III Mitra Keluarga, dr. Ronald Reagen, MM, MARS, mengatakan kehadiran layanan tersebut memberi lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan operasi bypass modern di dalam negeri.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com