SuaraCianjur.id- Soal isu dugaan pemeberian upeti dari hasil bisnis tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur yang disampaikan oleh Ismail Bolong, membuat jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) mengendus sosok lain.
Prodem encium ada aroma keterlibatan dari anggota Polri yang kini bertugas di bareskrim berinisial YU dengan pangkat Komisaris Besar (Kombes) yang diduga turut menekan Ismail Bolong.
Ada dugaan kalau Ismail Bolong diminta untuk memberikan bantahan terkait pernyataannya yang menyebut pemebrian sejumlah uang kepada Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.
"ProDem mendengar informasi bahwa Anggota Bareskrim Polri berpangkat Kombes (YU) diduga telah melakukan upaya obstruction of justice dengan menekan Aiptu (pn) Ismail Bolong dalam kaitannya video bantahan," demikian keterangan tertulis Ketua Prodem Iwan Sumule, Sabtu (12/11/2022) dikutip dari Suara.com.
Dalam hal ini Prodem mendesak kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, segera mengusut dan menangkap anggotanya yang bernama Kombes YU itu.
"ProDem mendesak Propam Polri segera menangkap Kombes (YU) karena telah melakukan pemaksaan video testimoni palsu Aiptu (pn) Ismail Bolong," tegas Iwan.
Prodem ingin agar Kapolri bisa membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk memeriksa Kabareskrim atas hal ini.
"ProDem mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit, segera membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto atas dasar laporan hasil penyelidikan (LHP) Paminal Propam," jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumya, Ismail Bolong membuat masyarakat heboh
Baca Juga: Sarwendah Histeris Panik Lihat Betrand Peto Sesak Nafas Diganggu Makhluk Gaib
Atas pengakuannya. Dia mengaku terjun ke bisnis tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur. Dalm hal itu dirinya memberikan upeti kepada Kabareskrim Polri dalam jumlah uang Rp6 miliar.
Uang itu diklaim oleh Ismail Bolong diberikan kepada Kabareskrim, Komjen Agus Andrianto.Bahkan uang senilai Rp 200 juta turut disetorkan kepada Polres Bontang olehnya.
Kemudian Ismail Bolong memberikan klarifikasi yang berbeda dengan video awalnya.
Pengakuan darinya mengatakan kalau video itu adalah tidak benar. Ismaiol Bolong mengklaim kalau dirinya turut dipaksa membuat video itu oleh mantan Karopaminal Divisi Propam Polri, Brigjen Pol Hendra Kurniawan yang kini sudah dipecat dalam kasus berbeda.
Akun Instagram @majeliskopi08 yang mengunggah video klarifikasi dari Ismail Bolong. Ismail turut menyampaikan permintaan maaf yang ditujukan kepada Kabareskrim. Ismail turut memastikan kalau dirinya tak pernah bertemu untuk menyetorkan uang kepada jenderal bintang tiga tersebut
"Nama saya Ismail Bolong saya saat ini sudah pensiun dini dari anggota Polri aktif mulai bulan Juli 2022. Perkenankan saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar dan saya pastikan berita itu saya tidak pernah komunikasi sama Pak Kabareskrim apalagi memberikan uang. Saya tidak kenal," kata Ismail Bolong dalam video, Minggu (6/11) lalu. (*)
Sumber:Suara.com
Tag
Berita Terkait
-
Prodem Bongkar Peran Kombes YU Desak Ismail Bolong Bikin Video Klarifikasi Soal Tambang Ilegal
-
Manuver Ismail Bolong Soal Isu Dugaan Kasih Upeti Tambang Ilegal ke Kabareskrim, Begini Sikap Hendra Kurniawan
-
Pesan Irjen Krishna Murti Buat Anggota Semua Polri, Salfok Gestur Tubuh: Tak Perlu Dipegang Gak akan Terbang
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
5 Pilihan Tablet RAM 16 GB Memori 512 GB Paling Murah untuk Kerja
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Daftar 7 Masjid di Sumatera Selatan untuk Iktikaf 10 Malam Terakhir Ramadan 2026
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Rabu, 25 Februari 2026: Lengkap Waktu Sahur hingga Magrib
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 25 Februari 2026, Catat Waktu Subuh hingga Magrib Hari Ini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Gubernur, Kadis PUPR dan Bupati Dipanggil PN Pandeglang: Buntut Gugatan Warga Soal Jalan Berlubang