- OJK mendukung rencana konsolidasi dan integrasi operasional antara Bank Danamon dengan kantor cabang MUFG di Indonesia.
- Aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan industri perbankan nasional sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
- OJK memastikan seluruh proses konsolidasi tetap menjaga layanan nasabah serta stabilitas sistem keuangan perbankan nasional.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung langkah konsolidasi industri perbankan nasional yang dilakukan secara prudent atau hati-hati sesuai ketentuan berlaku.
Salah satunya, mengenai isu akuisisi dan potensi delisting PT Bank Danamon Indonesia Tbk oleh MUFG, termasuk wacana penguatan modal agar bank tersebut dapat naik kelas menjadi KBMI IV.
Isu Bank Danamon dan MUFG belakangan menjadi perhatian pelaku pasar dan investor perbankan nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan OJK pada prinsipnya mendukung aksi korporasi yang dapat memperkuat ketahanan industri perbankan nasional.
Menurut dia, setiap langkah konsolidasi harus tetap memperhatikan tata kelola yang baik, kepentingan nasabah, serta stabilitas sistem keuangan.
Pernyataan OJK terkait Bank Danamon, MUFG, dan potensi aksi korporasi ini sekaligus menjadi sorotan di tengah dinamika sektor perbankan Indonesia.
“Pada prinsipnya OJK mendukung langkah konsolidasi perbankan yang dilakukan secara prudent dan sesuai ketentuan dalam rangka meningkatkan ketahanan bank dan memperkuat industri perbankan nasional,” ujar Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis yang diterima, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Bank Danamon serta publikasi pengumuman MUFG Tokyo pada 11 Mei 2026, Bank Danamon memiliki intensi untuk mengintegrasikan kegiatan operasionalnya dengan kantor cabang MUFG di Indonesia.
Meski demikian, Dian menegaskan, setiap rencana aksi korporasi tetap wajib melalui proses perizinan dan persetujuan OJK sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Masuk Sandbox OJK, Amanode Siap Dorong Akses Likuiditas Berbasis Aset Kripto
OJK juga memastikan seluruh proses dilakukan dengan tetap menjaga layanan kepada nasabah agar berjalan normal.
“Concern OJK adalah dalam proses aksi korporasi, OJK meminta agar operasional dan layanan kepada nasabah tetap berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
OJK juga mengimbau, masyarakat dan investor untuk terus memantau informasi resmi dari pihak terkait guna menghindari munculnya misinformasi di tengah berkembangnya isu merger maupun delisting Bank Danamon.
Menurut OJK, seluruh aksi korporasi wajib mengikuti mekanisme keterbukaan informasi sesuai regulasi pasar modal dan perbankan yang berlaku.
“OJK akan terus mengikuti perkembangan rencana dimaksud dan melakukan pengawasan sesuai dengan kewenangan OJK,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Rp9,1 Triliun Duit Masyarakat Hilang Akibat Ditipu Lewat Scam Digital
-
Wanti-wanti OJK Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Hari Ini
-
Bursa Efek Indonesia Punya Calon Direksi Baru, Nama Bos Mandiri Sekuritas Jadi Sorotan
-
OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?
-
Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu
-
Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950
-
Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit
-
J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026
-
Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam
-
Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?
-
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama
-
Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
-
Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat
-
Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan