Bisnis / Makro
Kamis, 28 Mei 2026 | 10:07 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban di seluruh Indonesia pada Idul Adha 1447 Hijriah.
  • Wamensesneg mengonfirmasi pengadaan sapi tersebut menggunakan dana APBN melalui pos bantuan presiden sebesar Rp100 miliar.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail anggaran tersebut dan mengarahkan konfirmasi ke Kemensetneg.

Suara.com - Publik tengah menyoroti penyaluran bantuan sapi kurban besar-besaran oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, yang memakai uang APBN. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan mengakui tidak tahu menahu.

Ribuan sapi kurban Presiden Prabowo itu disorot publik karena disebut pembeliannya mencapai angka fantastis, yakni Rp 100 miliar.

Menkeu Purbaya justru menegaskan belum mengetahui detail mengenai alokasi anggaran untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban tersebut.

Lempar Bola ke Kemensetneg

Saat ditemui awak media di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Rabu (27/5) kemarin seusai melaksanakan salat Idul Adha, Purbaya tampak irit bicara mengenai anggaran tersebut.

Ia menegaskan, Kementerian Keuangan belum mendapatkan laporan resmi terkait angka Rp 100 miliar yang beredar.

"Saya belum tahu masalah itu. Nanti saya cek. Saya benar tidak tahu," kata Purbaya, dikutip hari Kamis (28/5/2026).

Ketidaktahuan bendahara negara ini menjadi menarik, mengingat setiap pengeluaran negara yang bersumber dari APBN lazimnya melalui mekanisme pengawasan di bawah kementeriannya.

Purbaya justru mengarahkan agar persoalan teknis anggaran tersebut ditanyakan langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Baca Juga: Hari Tasyrik itu Hari Apa Saja? Ini Asal Usul, Hukum, dan Amalannya

"Coba tanya Mensesneg. Saya rasa ya, itu dari uang mereka sendiri," kata Purbaya.

Penjelasan Wamensesneg Mengenai Sumber APBN

Pernyataan Menkeu Purbaya tersebut kontras dengan penjelasan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro sehari sebelumnya.

Juri secara gamblang menyebutkan bahwa dana ratusan miliar tersebut memang berasal dari kas negara melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden.

Menurut Juri, pengadaan sapi kurban dalam jumlah masif ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat luas di berbagai pelosok Indonesia.

Karena variasi harga hewan ternak di tiap wilayah berbeda, maka anggaran yang disiapkan pun cukup besar.

Load More