- Harga berbagai komoditas pangan nasional melonjak drastis di pasar tradisional seluruh Indonesia pada Kamis, 28 Mei 2026.
- Kenaikan harga terjadi signifikan pada komoditas cabai, daging ayam, daging sapi, telur, beras, gula, minyak, serta bawang.
- Data Bank Indonesia menunjukkan mayoritas harga kebutuhan pokok mengalami lonjakan persentase tinggi dibandingkan dengan periode perdagangan sebelumnya.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional kompak mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas cabai, daging sapi, hingga telur ayam ras segar.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (BI) dari pasar tradisional seluruh provinsi di Indonesia yang dilihat melalui situs web bi.go.id/hargapangan pukul 09.29 WIB, harga cabai merah besar tercatat mencapai Rp107.100 per kilogram.
Angka itu melonjak 90,41 persen atau naik Rp50.850 dibanding periode sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang kini dibanderol Rp98.350 per kilogram. Harga komoditas tersebut naik 82,81 persen atau bertambah Rp44.550.
Sementara itu, cabai rawit merah ikut mengalami lonjakan harga menjadi Rp87.500 per kilogram. Harga cabai jenis ini naik 19,95 persen atau bertambah Rp14.550.
Berbeda dengan cabai rawit merah, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan. Saat ini cabai rawit hijau berada di level Rp51.650 per kilogram atau turun 4,26 persen.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas protein hewani. Harga daging ayam ras segar naik 44,69 persen menjadi Rp55.850 per kilogram.
Sedangkan harga daging sapi kualitas 1 tercatat mencapai Rp153.350 per kilogram atau naik 3,44 persen. Adapun daging sapi kualitas 2 naik 6,92 persen menjadi Rp149.150 per kilogram.
Tak hanya itu, telur ayam ras segar ikut merangkak naik cukup tinggi. Harga telur kini mencapai Rp42.100 per kilogram atau naik 37,81 persen dibanding sebelumnya.
Baca Juga: Harga Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik Jelang Iduladha, Beras Premium Justru Turun
Dari kelompok beras, harga beras kualitas bawah I naik 24,66 persen menjadi Rp18.200 per kilogram. Kemudian beras kualitas bawah II berada di level Rp17.400 per kilogram atau naik 20,42 persen.
Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp19.100 per kilogram atau naik 18,27 persen. Beras kualitas medium II mencapai Rp19.000 per kilogram atau naik 18,75 persen.
Adapun beras kualitas super I naik 22,92 persen menjadi Rp21.450 per kilogram. Sedangkan beras kualitas super II berada di harga Rp20.500 per kilogram atau naik 20,94 persen.
Dari kelompok gula, gula pasir kualitas premium tercatat naik 39,11 persen menjadi Rp28.100 per kilogram. Sedangkan gula pasir lokal berada di level Rp23.400 per kilogram atau naik 22,19 persen.
Harga minyak goreng juga ikut mengalami kenaikan. Minyak goreng curah tercatat Rp22.850 per kilogram atau naik 10,92 persen.
Kemudian minyak goreng kemasan bermerek 1 berada di level Rp29.050 per kilogram atau naik 21,55 persen. Sementara minyak goreng kemasan bermerek 2 mencapai Rp26.200 per kilogram atau naik 13,42 persen.
Untuk bawang, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp68.350 per kilogram atau naik 42,1 persen. Sedangkan bawang putih ukuran sedang mencapai Rp54.150 per kilogram atau naik 39,56 persen.
Berita Terkait
-
Prabowo Bentuk Danantara Sumber Daya Indonesia, Ekspor Sawit-Cs Wajib Lewat Sini
-
BUMN Jadi Eksportir Tunggal Tiga Komoditas Ini, Nikel Tidak Termasuk
-
Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Merah Naik, Beras Premium Masih Bertahan Tinggi
-
Beras Murah Naik Tajam, Harga Minyakita dan Cabai Bikin Emak-Emak Menjerit
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
J Trust Bank Kantongi Laba Bersih 56,32 Miliar Hingga April 2026
-
Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam
-
Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?
-
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama
-
Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
-
Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat
-
Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan
-
Dongkrak Ekonomi Lokal, SIG Tebar 292 Hewan Kurban di Momen Iduladha
-
Perusahaan Raksasa Ramai 'Tinggalkan' AI Gegara Biaya Mahal, Kecerdasan Buatan Terancam?
-
BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia