SuaraCianjur.id- Bukan hanya Ari Lasso yang pernah ditinggalkan oleh maskapai penerbangan Batik Air saja, tapi anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), turut dibikin geleng-geleng kepala.
Batik Air kembali berulah, kali ini mereka berurusan dengan anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
Maskapai Batik Air mengakui adanya kesalahan memasukkan bagasi pada pesawat udara yang dioperasikan sesuai nomor penerbangan dan kota tujuan (missload). Batik Air, saat ini masih melakukan proses investigasi di internal atas kesalahan yang diderita Kaesang Pangarep.
Putra bungsu dari Presiden Indonesia ini membuat sebuah cuitan yang cukup unik, soal kekesalan dirinya kepada batik air. Kaesang terpisah dengan kopernya dalam perjalanan ke Surabaya.
Kaesang naik Batik Air namun kopernya tidak bersama dirinya melainkan nyasar ke Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Tentu jarak ini sangatlah jauh sekali.
Dalam cuitannya, Kaesang Pangarep mengaku dirinya pergi Surabaya tapi mendapati kalau kopernya ada di Kualanamu.
“Horee naik Batik Air ke Surabaya, tapi koperku selamat sampe Bandara Kualanamu. Terima kasih Batik Air,” cuit Kaesang Pangarep dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (13/11) kemarin.
Bahkan Kaesang Pangarep turut mengatakan jika kopernya yang nyasar itu bisa menjadi alasan dirinya tidak mandi.
“Malam ini punya alasan gak mandi ke ibu, karena koperku diterbangin sama Batik Air ke Kualanamu. Terima kasih Batik Air,” kata Kaesang Pangarep.
Baca Juga: Koper Kaesang Pangarep Nyasar ke Bandara Kualanamu, Batik Air Minta Maaf dan Investigasi
Bahkan dirinya menyindir dengan halus kepada pihak maskapai Batik Air. Kalau koper dan dirinya sudah tidak sejalan.
“Mungkin emang aku sama koperku udah gak sejalan,” kata dia.
Sementara itu dengan kejadian yang menimpa anak Presiden Jokowi, pihak maskapai Batik Air turut angkat suara.
Mereka mengklaim sudah melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian itu, untuk kembali meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penumpang.
"Hasil penyelidikan berupa rekomendasi atau referensi yang diperoleh akan dipergunakan (implementasikan) dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada tamu," ungkap Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, melalui keterangannya di Jakarta, Senin (14/11/2022) dikutip dari Suara.com.
Batik Air turut meminta maaf terkait ketidaknyamanan yang dirasakan oleh penumpang, soal keluhan dari bagasi yang tidak diterima di bandara tujuan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Kenapa Sunscreen Bikin Kusam? Ini Tips Memilih Produk agar Wajah Tetap Cerah
-
PGS vs Bayern Munich Berakhir dengan 9 Gol, Seedorf Jagokan Arsenal Juara Liga Champions
-
Warga Jakarta Wajib Simak! BMKG Prediksi Perubahan Cuaca Mulai Sore Ini
-
BEI Buka Gembok Dua Emiten Ini, Ada yang Punya Anak Orang Miliarder Indonesia
-
Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma
-
Lentik & Kuat! 5 Maskara Lokal dengan Kandungan Serum
-
Harga Emas Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Justru Kompak Turun!
-
Terasing di Tribun, Vincent Kompany Frustrasi Lihat Bayern Munich Dihajar PSG
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 April 2026, Event TOTS Buka Peluang Dapat Pemain OVR 119
-
Darurat Daycare di Jogja, Gus Yusuf Dorong Pesantren dan Masjid Jadi Solusi Pengasuhan Alternatif