SuaraCianjur.id - FR mahasiswa di Universitas Hasanuddin Makassar mengakhir hidupnya dengan gantung diri.
Mahasiwa jurusan Sastra Mandarin itu, nekat bunuh diri setelah sebelumnya mengeluhkan banyaknya tugas di tempat ia berkuliah dan kegiatan pengkaderan.
Sebelum ditemukan tewas, dua hari kemarin sepupu FR, Wesly sempat mengajak saudaranya tersebut untuk pergi ke Gereja. FR menolak karena ada tugas pengkaderan di tempat ia berkuliah.
“Saya sempat ajak ke gereja tapi dia bilang tidak bisa. Dia bilang mau lanjut bikin tugas pengkaderan. Karena katanya kalau tidak selesai, ketua angkatannya yang akan dihukum. Dia tidak enak sama teman-temannya," beber Wesly.
Kepada Wesly, FR juga mengaku sedang tidak enak badan dan mengeluhkan sakit. Wesly pun dimintanya untuk membelikan Kapurung.
“Tidak ada yang mencurigakan karena karakternya sudah seperti itu. Dia hanya bilang lagi sakit," jelasnya.
Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Makassar Prof Akin Duli, memberikan tanggapan soal kabar banyak tugas dan kegiatan pengkaderan menjadi alasan mahasiswanya gantung diri.
Ia meminta publik untuk tidak mengakait kematian anak didiknya dengan isu yang beredar.
"Bagaimana caranya mengatakan indikasi, bagaimana cara membuktikan (bunuh diri karena banyak tugas). Tidak ada hubungannya. Dimana hubungannya?," tegas Akin.
“Siapa yang bisa membuktikan tugas kuliah dan tugas pengkaderan itu (bikin) gantung diri. Dan itu kan kita tidak mau bicara karena kejadiannya di rumah, jadi ditangani polisi," sambung dia.
Akin menegaskan, pengkaderan hanya bersifat pengenalan organisasi kampus. Tidak ada tugas sebagai sanksi.
Namun atas kejadian tersebut, pihaknya sudah menghentikan pengkaderan atau pengumpulan mahasiswa baru untuk sementara. Ada pula Satgas internal yang dibentuk untuk memonitoring dan melakukan pengawasan pasca kejadian tersebut.
"Kita hentikan mulai hari ini, termasuk pada hari libur, Sabtu, dan Minggu," ujarnya
Sementara disinggung soal banyaknya tugas, Akin punya pandangan lain. Ia menduga, FR mengalami depresi karena terbebani maslah kuliah.
"Kalau dibilang tugas perkuliahan, semua perkuliahan ada tugas dan itu jelas kurikulumnya kan. (Mahasiswa) yang lain juga biasa-biasa saja, cuma memang kalau kita pikir, memilih prodi ini, bahasa mandarin itu, bahasa dan budaya Mandarin mahasiswa kita dari nol," ungkapnya.
Sumber : Suarasulsel.id
Artikel ini telah tayang di suarasulsel.id, dengan judul artikel : Dekan Minta Publik Tidak Kaitkan Kematian Mahasiswi Sastra Mandarin Unhas Dengan Tugas Kuliah
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Heboh Curhat Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung soal Tamparan
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Emosional! Mengintip Ruang Ganti Norwegia Menuju Piala Dunia 2026 Lewat Dokumenter Terbaru
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Bagaimana Cara Nonton Piala Dunia 2026 di FolaPlay? Ini Panduan untuk Warga Indonesia
-
Jangan Lewatkan Promo Samsung Galaxy S26 Ultra di Blibli untuk Dapatkan Harga Termurah
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Body Cologne Tahan Berapa Lama? Kenali Perbedaannya dengan Parfum
-
Dari MRT hingga Coffee Shop, Photobox Interaktif Kian Jadi Tren Bagi Gen Z di Ruang Publik