SuaraCianjur.id - Gempa bumi yang merusak di Kabupaten Cianjur, ternyata pernah terjadi pada tahun 2000.
Hal tersebut diungkap oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, seperti yang dikutip dari suara.com
Daryono mengatakan, pada tahun 200 tepatnya di bulan juli tanggal 12, Kabupaten Cianjur pernah dihantam dengan gempa bumi yang kekuatannya cukup besar.
Kala itu gempa bumi di Kabupaten Cianjur, miliki kekuatan magnitud 5,1. RIbuan rumah rusak berat kala itu.
Catat Daryono, sekitar 1.900 rumah rusak akibat guncangan gempa. Lalu gempa bumi tersebut berdampak 1.100 rumah mengalami rusak berat.
Tak hanya itu, gempa bumi di Cianjur juga pernah terjadi pad tahun-tahun sebelumnya jauh dari tahun 2000.
Dari sejarah, gempa bumi besar yang juga memakan korban terjadi di pada tahun 1844, 1910, 1912, 1968, dan 1982 yang juga menyebabkan kerusakan.
Berdasarkan data, ada banyak sesar yang melintasi Kabupaten Cianjur, selain sesar Cimandiri. Diduga itulah yang memicu terjadinya gempa, yang salah satunya terjadi pada Senin 21 November 2022, kemarin.
Setelah tahun 2000, gempa juga beberapa kali melanda Kabupaten Cianjur. Terakhir terjadi pada 14 November 2022 kemarin, dengan kekuatan magnitudo 4,1, 3,3, dan 2,6.
Baca Juga: Denise Chariesta Diduga Bongkar Alasan Keluarga Reino Barack Tidak Restui Luna Maya Karena Ini
"Disebut seismik aktif karena hasil monitor BMKG di daerah itu sering terjadi gempa dengan berbagai variasi dan kedalaman," seperti yang dilansir dari suara.com, pada Selasa (22/11/2022).
Kabupaten Cianjur pun kembali dihantam gempa bumi dengan kekuatan yang lebih bersar yakni gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo, kemarin ini.
Berdasarkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, menyebutkan jika ada sembilan daerah yang terdampak gempa bumi berkekuatan 5,6 SR Magnitudo, pada kemarin ini.
Diperbaharui pada pukul 03.00 WIB, Selasa (22/11/2022), BPBD Jabar merilis dampak gempa bumi yang terjadi kemarin.
Sembilan daerah tersebut diantaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupten Garut, dan Kota Bekasi.
Adapun kondisi daerah yang paling para mengalami kerusakan yakni daerah Kabupaten Cianjur, dengan total 2873 bangunan yang terdiri dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, beberapa toko, jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan akbat gempa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera
-
Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya
-
Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik