/
Selasa, 29 November 2022 | 12:00 WIB
Pencarian dan evakuasi korban longsor di Kabupaten Cianjur masih terus dilakukan. (Foto: Dok Humas Pola Jawa Barat)

SuaraCianjur.id- Masih ada sembilan orang yang hilang dan kini terus dicari oleh tim SAR gabungan usai bencana gempa Cianjur terjadi di hari Senin (21/11) lalu.

Pencarian korban dari sembilan orang yang masih dilaporkan hilang kembali dilanjutkan.

"Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian korban gempa bumi Cianjur, khususnya di Wilayah Kecamatan Cugenang," ungkpa Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, melalui keterangan tertulisnya Selasa (29/11/2022).

Fokus titik pencarian masih dilakukan di tiga titik yang telah ditentukan, dengan jumlah personel yang saat ini diturunkan berkurang.

Pertama titik yang akan dilakukan pencarian berada di Warung Sate Sinta, Cianjur.

"Titik kedua di Desa Cijedil RT.3 RW. 1 Kecamatan Cugenang. 74 Personil, empat anjing pelacak, dan empat Personil technical search (life detector)," terangnya.

Lalu titik ketiga berada di di Kampung Cicadas, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Sebanyak 81 Personil, dua anjing pelacak, dan empat personil life detector diturunkan.

Proses evakuasi jenazah yang tertimbun longsor pasca gempa Cianjur. Tim melakukan perpanjangan waktu untuk mencari sisa korban yang masih hilang. (sumber: Foto: Dok Humas Polda Jabar)

Dukungan pemberian bantuan logistik hingga kini juga masih terus dilakukan kepada para korban bencana gempa.

Sementara itu korban jiwa hingga kini tercatat sudah ada 323 orang. Sementara itu kerusakan terkait dengan infrastruktur ada 26.237 rumah yang rusak berat, 14.196 rumah rusak sedang, 22.786 rusak ringan.

Baca Juga: Pastikan Makanan Bagi Korban Gempa Cianjur Bebas Racun, 2 Langkah Ini Dilakukan Setiap Hari

Sebanya 471 sekolah turut mengalami kerusukan. Ada juga 170 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, termasuk 17 gedung perkantoran. Sementara itu data dari BNPB untuk jumlah pengungsi mencapai 100.330 jiwa.

Untuk gempa susulan yang berada di Cianjur dikatakan sudah berkurang intensitasnya berdasarkan dari laporan BMKG yang diterima BNPB. (*)

Load More