/
Kamis, 08 Desember 2022 | 06:30 WIB
Bharada E menjadi saksi bagi terdakwa Bripka RR dan Kuat Maruf. Dalam sidang Bharada E mengungkap sikap Putri Candrawathi ke Brigadir J dan sifat tempramental Ferdy Sambo. (Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Fauzan/aww)

Wanita Rambut Pendek

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J yang digelar oleh Polri dengan lima orang tersangka di kediaman rumah dinas Kadiv Propam Polri. (sumber: Foto Istimewa --- Tangkapan Layar Polri TV)

Sebuah peristiwa terjadi di rumah pribadi Sambo yang terletak di Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Bharada E mengatakn, sebulan sebelum Brigadir J ditembak, dirinya lihat ada wanita keluar dari dalam rumah sambil menangis. 

Bharada E tak mengenal wanita itu. Termasuk apa yang terjadi di dalam rumah. Sebelum masuk ke dalam rumah raut wajah Putri dan Sambo dalam tampak dalam ekspresi marah. 

Wanita itu katanya memiliki ciri rambut pendek dan kulitnya sawo matang. Ia keluar sambil menangis, lalu mencari sopirnya. Bharada E kemudian membantu mencari sang sopir, setelah itu dia pulang. 

Pada saat meninggalkan rumah di Jalan Bangka, dia mengenakan mobil Pajero hitam. Mulai sejak Sambo sering berada di rumah pribadinya yang ada di Jalan Saguling. 

Hanya saja lagi-lagi Sambo membantah keterangan dari Bharada E. Dia menilai apa yang diceritakan oleh Bharada E adalah sebuah karangan palsu atau rekayasa. 

Bahkan dia penasaran siapa yang menyuruh Bharada E untuk berbicara seperti itu. Tak ada perselingkuhan dalam kasus ini kata Sambo, motifnya kata dia karena Brigadir J memperkosa istrinya, Putri Candrawathi. (*)

Sumber: Suara.com 

Load More