SuaraCianjur.id- Pakar Seksolog kondang Dokter Boyke Dian Nugraha membeberkan dampak usia tua ketika habis-habisan melakukan hubungan seks di usia mudanya.
Bertambahnya usai bisa memicu penurunan stamina dan vitalitas dari seorang pria dalam berhubungan seks dengan pasangan wanitanya.
Pria yang merasa gagah ketika usia muda, dan habis-habisan melakukan hubungan seks akan berdampak pada usia berikutnya.
Maka dari itu kata dr.Boyke perlu adanya pengaturan waktu ritme dalam urusan bergulat di atas ranjang, supaya ketika memasuki usia yang sudah cukup tua masih bisa ganas ketika berhubungan intim.
Dokter Boyke menjelaskan ada bahaya bagi pria dengan vitalitas, akibat tingginya melakukan hubungan biologis.
Dalam kanal Youtube Nikita Mirzani di Crazy Nikmir REAL yang dilihat Senin (12/12/2022), dr Boyke menjelaskan hal tersebut.
Kata dr Boyke seorang pria biasanya punya stamina yang baik. Dia akan habis-habisan melakukan hubungan seks bersama istrinya di saat usia mudanya.
Namun demikian kata dr.Boyke ada ancaman bagi pria yang habis-habisan melakukan itu ketika di usia mudanya. Tidak menutup kemungkinan pria akan mengalami penurunan stamina secara drastis ketika usianya mulai bertambah.
"Berhubungan biologis kalau terlalu kuat di awal nanti saat tuanya berkurang," ungkap dr Boyke.
Baca Juga: Ke atas atau ke Bawah? Inilah Posisi Terbaik Penis Saat Memakai Celana Dalam Menurut dr. Boyke
Tak bisa disalahkan kata dr.Boyke ketika pria perkasa bersemangat untuk melakukan hubungan seks. Tapi menurutnya jangan sampai hal itu dilakukan secara boros.
"Oke kalau kuat. Tapi sebaiknya tetap ikuti pola normal, jangan dihabis-habiskan," jelas dr.Boyke.
Menurut dr.Boyke kalau pria terlalu sering melakukan itu, ketika tua nanti bisa menjadi loyo, bahkan bisa saja sakit-sakitan. Hal ini kata dr.Boyke berkaitan dengan teori energi.
"Kita udah dikasih energi cukup dari makanan, hormon, tapi kalau kita boros terlalu banyak nanti saa usia tua menjadi rapuh," jelas dr.Boyke.
Kendari usia muda namun hal itu juga harus dilakukan dalam batas yang wajar.
"Kalau 30-an seminggu bisa 3-4 kali, kalau 40-an seminggu bisa 2-3 kali, 50-an seminggu 2 kali, dan 60-an ke atas seminggu satu kali," jelasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial
-
Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan
-
Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel
-
Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya
-
Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU
-
BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global
-
Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi
-
Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
Atta Rumnan Gandeng Aldi Taher untuk Gebrakan Musik di 3 Negara