/
Minggu, 18 Desember 2022 | 17:45 WIB
Anggota Polisi Ini, Riview Harga Bensin Pertalite di Pedalaman Papua

SuaraCianjur.id - Seorang anggota polisi, bernama Agustiawan baru-baru memposting sebuah video yang me-riview harga bensin jenis Pertalite.

Dalam unggahannya anggota polisi dari Korps Brimob tersebut menuliskan dalam keterangannya soal harga bensin Pertalite.

“Berapa harga pertalite eceran di tempat kalian,” tulis Hendra dengan akun Instagramnya @Hendrakaiju, yang dilihat pada Minggu (18/12/2022).

“Pagi sus,” kata Hendra kepada penjual eceran bensin.

“Pagi bang Hendra,” sambung penjual tersebut.

“Ini Pertalite kah ?,” tanya Hendra.

“Berapa satu liter,? timpal lagi Hendra.

“Satu liter, 40 ribu,” jawab penjual bensin yang diketahui merupakan seorang wanita.

“Ini kita datangkan dari Timika,” sambung penjual tersebut.

Baca Juga: Takut Dicaplok, Taiwan Hukum Foxconn Akibat Terima Investasi dari China

“Pakai pesawat?” tanya Hendra lagi. 

“Naik pesawat,” timpal penjual lagi.

“Pantas Mahal,” ungkap Hendra.

Postingan Hendra tersebut langsung dibanjiri komentar warga net. Mereka banyak mengomentari soal kebijakan satu harga yang pernah digaungkan Jokowi.

“Kebijakan 1 harga ternyata gk bs menyentuh yg di daerah2 gini,” ungkap warga net.

“Katanya Onoh harga BBM sudah sama dikota maupun pedalaman...dr sabang sampai merauke…,” timpal warga net lagi.

Pada tahun 2016 lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi agar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sama untuk seluruh Indonesia. Instruksi ini khususnya di daerah-daerah terpencil dan daerah pedalaman. 

Presiden menjelaskan kebijakan BBM satu harga di Papua dan Papua Barat itu merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia menyinggung soal ketidakadilan bagi masyarakat Papua yang selama ini terus dibiarkan. Sebab, tidak seperti di Papua, sudah puluhan tahun masyarakat yang berada di Indonesia bagian barat dan tengah sudah menikmati harga BBM yang sama.

“Harganya seperti yang sekarang, contoh Rp6.450 per liter, sedangkan sudah berpuluh-puluh tahun di Papua harganya dari Rp50 ribu per liter, ada yang Rp60 ribu per liter, sampai Rp100 ribu per liter. Bayangkan,” kata Presiden, seperti yang dilasir dari suara.com. (*)

Load More