SuaraCianjur.id- Polda Jawa Barat dan sejumlah Polres hingga kantor Polsek yang ada di Jawa Barat menjadi target sasaran dari para terorisme untuk beraksi.
Hal ini diketahui, usai kepolisian menggeledah dan mengamankan sejumlah dokumen pasca insiden bom Cicendo di Kota Bandung yang terjadi pada tahun 2017 silam.
Berdasarkan dokumen tersebut, terungkap kalau Polda Jabar termasuk dari tingkat Polres dan Polsek di menjadi sasaran aksi terorisme.
"Dari dokumen kasus Cicendo yang sebelumnya di pemeriksaan memang sasarannya itu beberapa adalah kantor kepolisian, termasuk salah satunya Mapolda Jabar. Kemudian beberapa Polsek dan Polres lainnya," ucap Kabag Bantuan Operasi (Banops) Densus 88, Kombes Aswin Siregar, di Mapolda Jabar, Rabu (21/12/2022).
Kombes Aswin mengatakan dokumen yang sudah diamankan itu memang valid. Bahkan sudah sepatutnya untuk dijadikan dasar dala meningkatkan kewaspadaan.
Dia mengatakan hal itu terjadi ketika bom bunuh diri yang dilakukan oleh pelaku di Polsek Astanaaynyar dalam berapa waktu kemarin.
"Memang ada isi dokumen itu. Itu memang di awal dari kasus Cicendo ya, sehingga orang yang sama dan jaringan yang sama. Saya kira kita masih harus menganggap bahwa dokumen itu masih valid," kata Kombes Aswin.
Kendati demikian, Kombes Aswin mengimbau kepada maosyarakat utnuk tetap tenang.
Polisi kata dia, berupaya untuk melakukan langkah pencegahan jadi diharakan peristiwa yang terjadi di Polsek Astanaanyar kemarin tidak kemabli terulang.
Baca Juga: Densus 88 Bekuk 26 Orang Terduga Teroris Jariangan JI dan JAD dari Jawa Hingga Sumatera
"Ini adalah amanah yang diberikan kepada Polri, untuk melakukan tindakan pencegahan pada tahap persiapan," terang Kombes Aswin.
Sementara itu ada enam terduga teroris yang turut diamankan di wilayah Jawa Barat usai bom bunuh diri terjadi di Polsek Astanaanyar.
Enam orang tersebut berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Tiga orang dari jumlah tersebut, sudah jadi tersangka dan ditahan dengan YD, AH, dan AS. Sementara tiga orang lainnya DP, EJD, dan AM masih dalam proses pemeriksaan. Enam orang itu memang berkaitan dengan bom bunuh diri kemarin.
Kombes Aswin mengatakan kalau mereka tahu dan turut membantu terkait dengan aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar.
"Perannya itu membantu, mengetahui, melakukan dorongan terhadap pelaku yang bersangkutan untuk melalukan penyerangan atau aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar," ungkapnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
Terkini
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
5 Rekomendasi HP Vivo Terbaru Murah, Spek Gahar dan Performa Kencang
-
Bakal Terus ke Makam Selama 40 Hari, Ibunda Didatangi Vidi Aldiano Lewat Mimpi
-
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
-
PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya
-
Update Harga Wuling Air EV Maret 2026, Unit Baru Mulai Rp214 Jutaan
-
Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 2026, Mulai Seri Murah hingga Flagship
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Pria Hanyut Terseret Arus usai Terjun ke Laut dari Jembatan Barelang Batam