/
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:42 WIB
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (Dok. BNPT)

SuaraCianjur.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, menyebut kelompok teroris untuk mendapatkan simpatisan bantuan kemanusiaan.

"Momentum tersebut dimanfaatkan oleh kelompok teror dengan menyebarkan video mengenai bantuan, video tersebut digunakan sebagai alat propaganda untuk menarik simpatisan dan menunjukkan eksistensi kelompok mereka, kata Boy, yang dilansir dari laman web BNPT, pada Kamis (8/12/2022).

Untuk pencegahannya, BNPT pun bekerja sama dengan berbagai lembaga dan mengajak masyarakat untuk terus melakukan transformasi wawasan kebangsaan, revitalisasi nilai Pancasila, moderasi dalam beragama, pelestarian akar budaya bangsa, dan transformasi pembangunan kesejahteraan. 

Ia mengatakan juga, menjelang akhir tahun ini, pihaknya tengah mewaspdai adanya propaganda ISIS dan Al-Qaeda melalui media cetak maupun media sosial, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh akan ajakan atau masuk dalam propaganda kelompok-kelompok berbasis teroris tersebut.

"Yang perlu diwaspadai menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, propaganda ISIS dan Al-Qaeda sama-sama menyerukan untuk melakukan aksi, hal ini disebarluaskan melalui media cetak dan media sosial mereka," kata Boy. 

Sementara itu, terkait dengan aksi bom bunuh diri yang menewaskan satu anggota polisi di Bandung, Boy mengatakan pelaku bom bunuh diri, tergabung dalam kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Ia mengatakan sasaran kelompok teroris ini merupakan aparat kepolisian. Boy menjelaskan, kelompok tersebut miliki alasan tersendiri melakukan penyerangan kepada kepolisian.

Alasannya yakni karena polisi dianggap ancaman bagi kelompok mereka. 

Baca Juga: Pasal Zina KUHP Disorot Media Asing, DPR Tegaskan itu Delik Aduan: Masa Keluarga Turis Mau Lapor ke Sini?

“Selama ini dikalangan kelompok pelaku terorisme, kepolisian lah yang selama ini dianggap terdepan menjadi ancaman bagi mereka. Sehingga mereka selalu mengingat proses penegakan hukum yang dilakukan terhadap kelompok jaringan terorisme adalah unsur kepolisian, jadi secara psikologis di kalangan mereka ini menjadikan unsur kepolisian sebagai target untuk balas dendam mereka,” kata Boy, di Bandung, pagi tadi. (*)

Load More