/
Selasa, 27 Desember 2022 | 13:44 WIB
dr. Boyke Dian Nugraha jelaskan seberapa sering pasangan boleh berhubungan seks dalam satu minggu. (Tangkap layar YouTube.com/dr. Richard Lee, MARS)

SuaraCianjur.id - Pakar seksolog, dokter Boyke Dian Nugraha mengungkapkan frekuensi yang baik untuk pasangan suami-istri melakukan hubungan seks dalam satu minggu.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri wawancara di kanal YouTube milik dr. Richard Lee beberapa waktu lalu.

Awalnya, dr. Richard Lee bertanya kepada dokter Boyke tentang seberapa sering pasangan suami istri bisa melakukan hubungan seks.

"Sebenarnya normalnya kita melakukan hubungan seks yang sehat itu berapa kali sehari sih?" tanya dr. Richard, dikutip dari kanal YouTube-nya.

Menurut dr. Boyke, sebenarnya hal tersebut sangat tergantung kepada kesepakatan dan kemauan pasangan untuk seberapa sering mereka melakukan hubungan seks.

"Tergantung dari pada pasangan kita, maunya berapa kali," jawab dr. Boyke.

Hal tersebut ia ungkapkan karena ada beberapa pasiennya yang mengaku bisa melakukan hubungan seks sekitar empat kali seminggu, padahal keduanya sudah berusia 60-an tahun.

Namun, jika secara merata dilihat, menurut dr. Boyke baiknya rutinitas berhubungan seksual harus disesuaikan dengan kondisi pada usia tertentu.

Menurutnya, normalnya untuk pasangan 20-30 tahun adalah 4 kali seminggu, 30-40 tahun 2 sampai 3 kali seminggu.

Baca Juga: Dibongkar dr.Zaidul Akbar Pakai Bahan Alami dan Ikan Jenis Ini, Diklaim Mampu Atasi Bengkak dan Tulang Patah

Kemudian untuk usia 40-50 tahun 2 kali seminggu, 50-60 tahun 1 sampai 2 kali seminggu, sedangkan di atas 60 tahun satu kali seminggu.

Proses pengurangan tersebut, lanjut dr. Boyke menyebutkan, bisa terjadi karena beberapa hal, salah satunya adalah karena proses penuaan.

"Yang wanita mengalami menopause, yang pria mengalami andropause. Jadi kemampuannya pun berkurang," terang dr. Boyke.

Namun dalam kenyataanya, kata dr. Boyke, banyak pasangan yang tidak menyadari terkait pentingnya pengetahuan tersebut.

Sehingga banyak pasangan yang sudah mengurangi frekuensi berhubungan seks dengan pasangannya hanya dalam jangka waktu beberapa bulan setelah menikah.

"Bahkan kalau dalam perkawinan yang sedih nih, bahwa pada perkawinan setiap tahun perkawinan, dalam sebulan berkurang satu kali," tutur dr. Boyke.

Load More