/
Jum'at, 06 Januari 2023 | 09:36 WIB
Pangeran Harry membuat sebuah pengakuan selama dirinya bertugas di pangkalan militer Inggris ((Instagram/@sussexroyal))

SuaraCianjur.id- Selama bertugas di Afghanistan ternyata Pangeran Harry mengakau telah membunuh sebanyak 25 orang.

Hal itu terjadi ketika dirinya bertugas sebagai pilot helikopter Apache, menurut media Inggris yuang dikutip dari otobiografi yang segera terbit.

Pangeran Harry atau Duke of Sussex pertama kali bertugas di Afghanistan kala itu sebagai pengontrol udara depan, dalam serangan udara dari tahun 2007 sampai 2008. Lalu setelah itu dia menerbangkan helikopter serang diantara tahun 2012-2013.

Pangeran Harry yang kini berusia 38 tahun tersebut, akan merilis sebuah buku, Spare pada hari Minggu depan.

Daily Telegraph melaporkan, Pangeran harry mengatakan kalau dirinya melakukan enam misi sebagai pilot yang membuatnya merenggut nyawa manusia.

Bahkan dengan kejadian itu, Pangeran Harry mengungkapkan kalau dirinya tidak merasa bangga atau malu melakukannya.

Bahkan dalam membidik targetnya, Pangeran Harry menggambarkannya seperti mengeluarkan "bidak catur" dari papan.

“Nomor saya 25, itu bukan angka yang membuat saya puas, tapi juga tidak membuat saya malu,” begitu tulisnya.

Kamera video yang dipasang di hidung helikopter Apache, memungkinkan dia menilai misinya, dan menentukan dengan pasti berapa banyak yang telah dia bunuh.

Baca Juga: Mahfud MD ke Rizal Ramli Sebut Ngawur, Bodoh, dan Gob...k, Mantan Anak Buah Gus Dur: Ketawain aja Wong Panik

Dia juga menjelaskan pembenarannya atas tindakannya akibat serangan 9/11 di Amerika Serikat, dan bertemu dengan keluarga korban. Menurutnya, mereka yang bertanggung jawab dan simpatisan mereka adalah "musuh kemanusiaan", dan melawan mereka adalah tindakan balas dendam atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pasukan asing pimpinan Amerika Serikast, menarik diri dari Afghanistan di bulan Agustus 2021 usai selama 20 tahun menududuki wilayah militer tersebut, hingga menyebabkan puluhan ribu orang tewas dengan warga sipil sebagai banyaknya korban.

Dalam buku kontroversial yang terbit pada tanggal 10 Januari, Pangeran Harry mengatakan kalau dirinya untuk pertama kali membunuh sejumlah pejuang Taliban selama dia bertugas.

Bahkan dia juga mengatakan kalau kakaknya sebagai pewaris takhta yakni Pangeran William, pernah menjatuhkannya ke lantai selama pertengkaran di tahun 2019, soal Meghan, menurut Guardian, yang memperoleh salinan memoar Harry.

Bahkan Harry juga turut mengungkapkan kalau saudara laki-lakinya itu meminta dan memohon kepada ayahnya, untuk tidak menikahi Camilla dan menjadikannya sebagai istri kedua, hingga kini menjadi seorang permaisuri. Katanya dia sudah menggunakan kokain saat remaja.

Harry bertugas Angkatan Darat Inggris selama 10 tahun sampai naik pangkat menjadi kapten. (*)

Load More