SuaraCianjur.id- Terkait dengan dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diotaki oleh Ferdy Sambo membuat sejumlah ajudannya dan beberapa orang turut terseret ke ranah persidangan.
Bukan hanya ajudan saja, beberapa perwira Polri turut terlibat, salah satunya mantan Jenderal Polri yakni Hendra Kurniawan, yang turut terseret pusaran skenario Ferdy Sambo.
Dalam sebuah unggahan yang diposting oleh Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol Krishna Murti, menyebut kalau TNI/Polri ketika dipimpin oleh senior atau junior adalah hal yang lumrah.
Termasuk ketika dipimpin oleh sesame rekannya atau rekan yang lainnya. Karena jabatan adalah sebuah amanah yang harus dijalankan
“Dalam organisasi TNI / POLRI adalah hal yang lumrah ketika senior memimpin junior, atau junior memimpin senior, atau sesama rekan memimpin rekan yg lain, atau bahkan ketika kita harus dipimpin oleh orang lain yg mendapat amanah untuk itu,” tulis Krishna Murti dalam postingan Instagramnya, Rabu (9/11/2022).
Menurut Irjen Krishna Murti seorang pemimpin harus belajar terlebih dahulu dan itu dimulai dari diri sendiri.
“Belajar jadi pemimpin harus dimulai dari kemampuan diri untuk loyal ketika dipimpin orang lain. Siapapun pemimpinnya. Apalagi anggota Polri harus memgang teguh salah satu butir CATUR PRASETYA: SETIA KEPADA NEGARA DAN PIMPINANNYA.. #kmupdates,” lanjut Irjen Pol Krishan Murti.
Seperti yang diketahui, Ferdy Sambo disebutkan menyuruh kepada anak buahnya yakni Bripka Ricky Rizal untuk menembak Brigadir J. Namun hal itu ditolak olehnya. Kemudian Ferdy Sambo meminta kepada Bharada E, untuk mengambil pernah. Dirinya pun turut menyanggupi perintah dari suami Putri Candrawathi tersebut.
Seorang netizen pun turut memberikan komentar dalam postingan Irjen Pol Krishna Murti. Dirinya turut mempertanyakan soal apa yang dilakukan oleh Ferdy Sambo cs ang dimaksud oleh Catur Prasetya.
Baca Juga: Bisnis Bunuh Orang, Dua Anggota Brimob Diadili
“Izin tanya jendral di kasus FS, apakah yg di lakukan bawahan & ajudan nya itu yg di maksud CATUR PRASETYA????” tanya seorang netizen dengan akun bernama cecep***
Mendapati pertanyaan itu, kemudian Irjen Pol Krishna Murti menjawab secara tegas. Apa yang dilakukan oleh mereka sangat tidak sesuai dengan Catur Prasetya. Apa yang dilakuakn oleh Ferdy Sambo cs sudah merusak sebuah sistematik organisasi.
“Itu sih kegoblokan berjamaah yang kemudian berdampak pada kerusakan sistemik pada organisasi,” jawab Irjen Pol Krishna Murti.
Kata Irjen Pol Krishna Murti, seharusnya anak buah bisa menolak perintah pimpinannya yang salah. Anak buah juga turut wajib memberikan masukan, ketika keputusan atasannya dinilai salah dan tidak baik.
“Kegoblokan berjamaah adalah ketika pemimpin buat keputusan dan anak buah tidak memberikan masukan yang benar, malah melaksanakan perintah yang salah. Sudah jelas diatur dalam perkap, bawahan bisa menolak perintah yang salah,” lanjut Krishna Murti.
Dalam komentar lain turut menimpali jawaban dari Irjen Pol Krishna Murti. Menurutnya masyarakat hanya ingin kalau pelaku utama dalam pembunuhan Brigadir J dihukum seadil-adilnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Menko Pangan: Kopdes Merah Putih Tak Akan Batasi Perkembangan Ritel Modern
-
I.O.I Buka Akun Media Sosial Resmi Baru Jelang Comeback Anniversary ke-10
-
Daftar Harga HP OPPO Terbaru Maret 2026: Lengkap Seri A, Reno, dan Find X
-
Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, 22 Orang Tiba di Tanah Air
-
Bukan Sekadar Penunjuk Waktu: Mengapa Jam Tangan Adalah Simbol Identitas Diri
-
Bank Sulselbar dan Kejaksaan Negeri Pasangkayu Digugat, Dugaan Penggelapan Dana Rp527 Juta
-
Apa Itu Major Depressive Disorder? Gangguan Metal yang Diidap Reza Arap
-
Total 291 Km, Ini Daftar 10 Tol Fungsional Mudik Lebaran 2026
-
Mantan Akuntan Bongkar 'Manipulasi' Bahan Pangan MBG, SPPG Lembursitu Klarifikasi: Miskom
-
PGN Kejar Target Distribusi Gas 877 BBTUD di Jawa Tengah dan Jatim