/
Jum'at, 13 Januari 2023 | 08:34 WIB
Rocky Gerung, menilai koalisi PDIP dan Gerindra lebih masuk akal apalagi jika partai berlambang kepala banteng itu mengusung Puan Maharani. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp)

SuaraCianjur.id - Pengamat Politik, Rocky Gerung, menilai koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) lebih masuk akal jika terwujud untuk Pilpres 2024. Apalagi jika PDIP mengusung Puan Maharani

"Jadi sekali lagi, lebih masuk akal memang Gerindra dan PDIP. Kan enggak mungkin Ibu Mega, PDIP, bergandeng tangan dengan PPP atau dengan PKS untuk jadi tempat magangnya Mba Puan," ujar Rocky Gerung dikutip cianjur.suara.com dari kanal Youtube Rocky Gerung Official, Jumat (13/1/2023). 

Rocky menilai Partai Gerindra siap untuk bekerjasama dengan PDIP jika Puan Maharani diusung sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden di Pilpres 2024. 

"Prabowo dan Puan tinggal diatur, Puan atau Prabowo. Tentu mungkin dianggap Puan tetap magang dulu pada Pak Prabowo," kata Rocky Gerung. 

Untuk Pilpres 2024, Ia menegaskan kecil kemungkinan PDIP mau berkoalisi dengan partai lain. Terlebih, kata Rocky Gerung, Megawati dan Prabowo sudah saling mengerti. 

Rocky mengatakan tidak mungkin Megawati dan PDIP bergandengan tangan dengan partai. PDIP dengan Gerindra lebih masuk akal. (sumber: Foto: Tangkapan layar Youtube PDI Perjuangan)

"Yang paling mungkin (PDIP) dengan Gerindra dan Prabowo. Prabowo mengerti psikologi Ibu Mega, Ibu Mega mengerti psikologi Pak Prabowo," tegasnya. 

Hal lain yang membuat koalisi ini lebih masuk akal, lanjut Rocky, adalah sejarah hubungan kedua partai. 

Seperti diketahui PDIP dan Gerindra pernah terikat kesepakatan politik pada Pilpres 2009 yang dikenal dengan nama Perjanjian Batu Tulis. 

"Jadi saya kira bagus juga ini ada perkembangan baru. Pasti orang menghitung, ada pinangan kedua dari Prabowo pada Puan (PDIP). Pinangan kedua ini biasanya susah ditolak," ujar dia. 

Baca Juga: Liga 2 Dihentikan, FC Bekasi City Merasa Mimpinya Dibunuh PSSI

Koalisi ini bisa terjadi jika Prabowo memandang pidato Megawati di HUT ke-50 PDIP sebagai undangan kepada Gerindra untuk kembali ke akad politik. 

Meski begitu, jika koalisi ini terwujud, maka akan menjadi berita buruk bagi bakal calon lain yang saat ini sudah digadang-gadang untuk Pilpres 2024. 

"Itu berita buruk buat orang semacam Erick Thohir, berita-berita sial buat orang semacam Cak Imin atau Gus Imin," tandasnya. (*)

Load More