/
Jum'at, 13 Januari 2023 | 07:15 WIB
Etika demokrasi Megawati di HUT PDIP ke-50 disorot. Rocky Gerung ingatkan Jokowi masih menjabat Presiden RI (Tangkapan layar Youtube PDI Perjuangan)

SuaraCianjur.id - Pengamat politik, Rocky Gerung, menyoroti etika demokrasi pidato politik yang disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam peringatan HUT Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum lama ini. 

Hal itu diungkapkan Rocky dalam konten video di kanal Youtube Rocky Gerung Official yang dikutip cianjur.suara.com, Jumat (13/1/2023). 

"Sebetulnya kalau kita lihat etika demokrasi, ya bagaimana pun Pak Jokowi masih presiden lho. Tapi disuruh dengerin seseorang yang sebetulnya rakyat biasa aja," kata Rocky Gerung. 

Dalam pidatonya, Megawati sempat menyinggung peran PDIP dalam mendukung Jokowi menjadi presiden dua periode. Ia juga mengungkapkan, Jokowi kasihan jika tidak ada PDIP. 

Rocky Gerung menilai Megawati seolah-olah ingin mnegatakan bahwa Jokowi tidak ada apa-apanya. 

Presiden Jokowi menyampaikan sambutan di peringatan HUT ke-50 PDI Perjuangan. (sumber: Tangkapan layar Youtube PDI Perjuangan)

"Dan tentu kalau Jokowi enggak ada apa-apanya apalagi Ganjar yang sekadar petugas Jokowi kan. Jadi Mega mau katakan eh Ganjar itu petugasnya petugas," tutur Rocky. 

Rocky menambahkan dari bahasa tubuhnya, Jokowi merespon ungkapan tersebut dengan gamang. Begitupun dengan Ganjar. 

"Bukan tegang atau gelisah, tapi merasa menunggu ini sebenarnya gue mau diledekin apa enggak nih?" kata Rocky. 

"Pak Jokowi ditahan 90 menit itu hanya untuk dengar uraian panjang dari ketua partainya," tambahnya. 

Baca Juga: SuperMom, Platform Sharing Ibu-Ibu hingga Bisa Dapat Tambahan Jajan

Selain itu Megawati, kata Rocky, terlihat menempatkan moralnya di atas Presiden Jokowi dan para menteri yang hadir. 

"Orang udah tahu bahwa Jokowi pasti akan tunduk pada kekuatan moral Ibu (Megawati). Lebih tinggi kekuatan moral Ibu Mega dari Pak Jokowi," tukasnya. (*)

Load More