SuaraCianjur.id - Sebuah video viral memperlihatkan seorang pejabat asal Malaysia menggunakan Bahasa Jawa dalam sebuah pidato resmi.
Video viral itu memperlihatkan Menteri Besar Johor, Datuk Onn Hafiz Bin Ghazi, sedang berpidato dalam sebuah pertemuan.
Di sela pidatonya, Ia lantas meminta izin untuk menggunakan bahasa jawa. Ia pun lantas melanjutkan pidatonya dengan menggunakan bahasa jawa.
"Kito iki buto worno. Kabeh podo wae," kata Onn Hafiz dikutip cianjur.suara.com dari akun instagram viralpressid, Selasa (17/1/2023).
Seseorang dalam video pun kemudian menanyakan apakah Onn Hafiz menggunakan Bahasa Jawa.
"Cakap Jawa kah itu yang terhormat," kata seseorang di video yang sama.
"Saya coba," jawa Onn Hafiz.
Untuk diketahui menteri besar adalah pejabat kepala pemerintahan daerah setara dengan Gubernur di Indonesia. Ia menjadi kepala daerah untuk wilayah negara bagian setingkat dengan provinsi.
Dalam video tersebut Onn Hafiz menegaskan bahwa Kerajaan Johor akan terus membantu Bangsa Johor tanpa memandang asal-usulnya suku, agama, derajat, dan keturunan.
"Kita benar-benar negara yang buta warna ketika kita data membantu Orang Johor," tutur dia.
Selain menggunakan Bahasa Jawa, Onn juga menyematkan pernyataan dalam Bahasa Mandarin dan Tamil.
Hingga berita ini disusun, video tersebut mendapatkan cukup banyak respon netizen. Sedikitnya video disukai sebanyak 3,7 kali dengan 166 komentar. (*)
SUMBER: INSTAGRAM VIRALPRESSID
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi