SuaraCianjur.Id- Cinta Laura Kiehl dan Gita Savitri, atau Gitasav, adalah dua selebriti Indonesia yang memiliki pandangan berbeda tentang childfree, atau keinginan untuk tidak memiliki anak.
Cinta memilih untuk tidak memiliki anak karena ia melihat fakta bahwa dunia saat ini sangat overpopulated dan ia lebih memilih untuk mengadopsi anak-anak terlantar.
Sementara itu, Gitasav memandang anak sebagai beban dan memilih untuk tidak memiliki anak.
Cinta Laura Kiehl, aktris dan penyanyi asal Indonesia, memutuskan untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Ia memiliki alasan mulia di balik keputusannya, yaitu melihat fakta tentang overpopulasi dunia dan adanya banyak anak-anak terlantar yang membutuhkan kasih sayang dan perlindungan
Dikutip dari Youtube The Hermansyah, "Bukannya nggak mau tapi nggak sekarang, aku orangnya juga sangat melihat fakta, dunia kita sangat over populasi. Terlalu banyak manusia yang tinggal di dunia ini. Kenapa aku harus melahirkan satu manusia lagi," ujar Cinta saat berbincang dengan Ashanty.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk memiliki anak di masa depan, jika ia merasa siap secara mental, energi, ambisi, dan keinginan hidup.
Di Indonesia, kondisi anak terlantar menjadi masalah serius karena banyak anak-anak yang mengalami stunting dan kekurangan gizi.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak balita Indonesia terkena stunting, dengan angka stunting yang mencapai lebih dari 30,8 persen. Hampir 1 dari tiap 2 kasus kematian balita disebabkan oleh kekurangan gizi.
Dengan pilihan untuk mengadopsi anak terlantar, Cinta Laura Kiehl menunjukkan bahwa ia memiliki pandangan yang baik dan mulia terkait pentingnya memberikan kasih sayang dan perlindungan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Baca Juga: Ferdy Sambo Dihukum Mati, Ibu Brigadir J Menangis: Mukjizat Tuhan di Pengadilan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon