/
Kamis, 23 Februari 2023 | 13:38 WIB
Mantan Wakaden B Paminal Polri Arif Rahman Arifin menangis saat bacakan pleido di sidang obstruction of justice Brigadir J. (Foto: Suara.com - Rakha)

SuaraCianjur.Id- Mantan Wakaden Biro Paminal Polri, Arif Rahman Arifin, dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan karena terlibat dalam perusakan rekaman CCTV terkait kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Ahmad Suhel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Februari 2023.

Dikutip dari Suara.com, "Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Arif Rahman Arifin 10 bulan penjara," kata Suhel di ruang sidang PN Jaksel.

Arif didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, juncto pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Peran ia adalah merusak dan mematahkan laptop yang berisi rekaman Brigadir J yang masih hidup di bekas rumah dinas Ferdy Sambo di kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan atas perintah atasan Ferdy Sambo.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Arif dengan hukuman penjara selama 1 tahun dan denda pidana sebesar Rp 10 juta.

Keluarga Arif, termasuk istri Nadia Rahma dan kakaknya, Arief Riyadi Arifin, turut hadir dalam sidang tersebut.

Load More