- PLN buka SPKLU Ultra Fast Charging di Aloha PIK 2, isi daya sambil wisata kuliner.
- Hanya 15-30 menit untuk isi baterai 20% ke 80% dengan mesin berkapasitas 120 kW.
- Transaksi SPKLU di Banten melonjak 25x lipat, infrastruktur ditargetkan naik 2x lipat.
Suara.com - Ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Banten memasuki babak baru. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten secara resmi meluncurkan SPKLU Center di kawasan Aloha PIK 2. Fasilitas ini menjadi terobosan karena mengintegrasikan infrastruktur energi bersih dengan pusat gaya hidup, kuliner, dan hiburan.
Bukan sekadar tempat pengisian daya biasa, SPKLU Center ini mengusung konsep terpusat yang memungkinkan pemilik mobil listrik mengisi daya sembari menikmati suasana pantai atau berwisata kuliner. Langkah ini merupakan strategi PLN untuk menjadikan transisi energi sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern masyarakat.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi Ultra Fast Charging. Hal ini bertujuan untuk menjawab kekhawatiran utama pengguna kendaraan listrik, yaitu durasi pengisian daya.
“Melalui SPKLU Center ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses pengisian daya yang cepat, mudah, dan nyaman. Kehadiran SPKLU di kawasan lifestyle seperti Aloha PIK 2 menunjukkan bahwa pengisian daya kini sudah menjadi bagian dari pengalaman hidup masyarakat,” ujar Adi.
Senada dengan hal tersebut, GM PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menjelaskan bahwa tersedia enam unit mesin Ultra Fast Charging berkapasitas 120 kW. Teknologi ini mampu mengisi baterai dari 20% ke 80% hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit saja.
Kehadiran fasilitas baru ini sangat relevan mengingat lonjakan penggunaan kendaraan listrik di Banten yang sangat signifikan sepanjang tahun 2026. Data PLN menunjukkan transaksi SPKLU pada periode Maret-April 2026 melonjak drastis hingga 25 kali lipat dibandingkan tahun lalu, mencapai lebih dari 215 ribu transaksi.
Kepercayaan masyarakat yang meningkat ini didorong oleh masifnya pembangunan infrastruktur. Saat ini, telah tersedia 253 unit SPKLU di 139 titik di seluruh Banten. PLN bahkan menargetkan jumlah ini akan bertambah dua kali lipat hingga akhir tahun 2026.
Kolaborasi dengan pengembang besar seperti Agung Sedayu Group dalam penempatan SPKLU di pusat keramaian membuktikan bahwa transisi energi bersih di Indonesia kini bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan realitas keseharian yang mendukung target Net Zero Emission.
Baca Juga: Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Target 1,4 Juta Wisatawan, Kawasan Wisata Pesisir Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Anggaran Dipangkas, Dapur Tak Ngebul: Jeritan Seniman Jogja hingga Sarjana Menganggur
-
Tren Tobacco Harm Reduction: Produk Alternatif Jadi Pilihan Kurangi Risiko Merokok
-
Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI
-
Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya
-
Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini
-
Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan