SuaraCianjur.Id- Pemerintah berencana menggabungkan bahan bakar nabati atau bioetanol dengan Pertamax atau Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan tingkat RON 92.
Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pilihan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, saat ini mereka sedang aktif berdiskusi dengan regulator dan perusahaan BUMN di sektor perkebunan (PTPN) untuk mempersiapkan rencana pencampuran bahan bakar nabati dengan Pertamax RON 92.
“Nanti saya cek (kerja sama terkait teknologi pengembangan bioetanol). (Selebihnya) ini kerja sama antara Pertamina dan PTPN,” ujar Irto.
Irto juga belum memastikan apakah akan bekerjasama dengan investor dalam menerapkan teknologi yang dapat mendukung ketersediaan bioetanol yang berasal dari tebu.
Dia mengonfirmasi bahwa studi yang dilakukan bersama dapat segera memberikan alternatif sumber energi bagi masyarakat.
Menurut Fahmy Radhi, seorang pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), pencampuran 5 persen bioetanol ke BBM Pertamax sebenarnya hanya memberikan kontribusi kecil dalam pengurangan emisi CO2.
Menurut Fahmy, mencampurkan bioetanol dengan Pertamax hanya akan menyebabkan harga BBM naik.
(*/Ananda Saputra)
Baca Juga: Cuma Bareng Baby L, Lesti Kejora Ungkap Alasan Rizky Billar Tak Ikut Hadir di Ultah Ameena
Sumber: Instagram Bio Alpha
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026