SuaraCianjur.id - Setiap tahunnya, bulan Februari hanya memiliki 28 hari. Namun, mengapa bulan Februari dipilih untuk hanya memiliki 28 hari? Apakah ada alasan khusus di balik ini?
Sejarah pembentukan kalender yang digunakan sekarang dimulai di zaman kuno dengan penggunaan kalender Romawi. Pada saat itu, kalender Romawi terdiri dari 10 bulan dengan total 304 hari, dimulai dari bulan Maret dan berakhir pada bulan Desember.
Namun, ketika Raja Numa Pompilius memutuskan untuk menambahkan bulan-bulan Januari dan Februari ke dalam kalender Romawi, dia tidak ingin mengubah jumlah hari dalam satu tahun. Oleh karena itu, bulan Januari dan Februari ditambahkan pada akhir kalender, sehingga bulan Februari hanya memiliki 28 hari.
Namun, masalah muncul ketika tahun-tahun berlalu, karena jumlah hari dalam satu tahun sebenarnya adalah 365,25 hari. Oleh karena itu, pada abad ke-16, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian untuk mengatasi masalah ini. Dalam kalender Gregorian, bulan Februari tetap memiliki 28 hari, kecuali pada tahun kabisat.
Tahun kabisat adalah tahun yang memiliki 366 hari, dengan bulan Februari memiliki 29 hari. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali, kecuali untuk tahun-tahun yang dapat dibagi dengan 100. Namun, tahun-tahun yang dapat dibagi dengan 400 tetap merupakan tahun kabisat. Misalnya, tahun 2000 adalah tahun kabisat, tetapi tahun 1900 bukan tahun kabisat karena tidak dapat dibagi dengan 400.
Dalam kalender Gregorian, bulan Februari tetap memiliki 28 hari untuk menjaga konsistensi dengan kalender Romawi yang digunakan sebelumnya. Namun, tahun kabisat telah ditambahkan untuk menyeimbangkan jumlah hari dalam satu tahun.
Jadi, meskipun pada awalnya bulan Februari hanya memiliki 28 hari untuk menjaga jumlah hari dalam satu tahun tetap sama, seiring berjalannya waktu, tahun kabisat diperkenalkan untuk menyeimbangkan jumlah hari dalam satu tahun. Oleh karena itu, bulan Februari saat ini memiliki 28 hari, kecuali pada tahun kabisat di mana bulan Februari memiliki 29 hari. (*)
Sumber:
Stephenson, F. Richard. "Roman Calendar." Encyclopedia Britannica, 26 Mar. 2019, https://www.britannica.com/topic/Roman-calendar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Google dan Komdigi Gaspol Kembangkan Startup AI Indonesia, 63 Perusahaan Dapat Akses Google Cloud
-
3 Cushion Non-Comedogenic dengan SPF 50 yang Aman untuk Kulit Berjerawat
-
Membuka Portal Dunia Baru di Novel Bumi Karya Tere Liye
-
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Anjing Modus Racun Resahkan Warga Batam
-
Buka Puasa Terakhir Joni
-
Bukti Pemesanan Uang Baru dari PINTAR BI Hilang? Begini Solusinya
-
11 Kartu Kuning Didapat, Mauricio Souza Pasang Badan untuk Allano Lima
-
Saat Curhat ke AI Jadi Kebiasaan Baru: Apakah Ini Wujud Kesepian di Era Digital?
-
Tahun Kuda Api, BRI Hadirkan Imlek Prosperity 2026
-
Said Didu Bongkar Sisi Lain Hambalang: Beda Kelas Pengusaha Industri vs Pengeruk Kekayaan Alam