/
Selasa, 28 Februari 2023 | 09:18 WIB
Ilustrasi bulan Februari hanya 28 hari (Suara.com/pixabays)

SuaraCianjur.id - Setiap tahunnya, bulan Februari hanya memiliki 28 hari. Namun, mengapa bulan Februari dipilih untuk hanya memiliki 28 hari? Apakah ada alasan khusus di balik ini?

Sejarah pembentukan kalender yang digunakan sekarang dimulai di zaman kuno dengan penggunaan kalender Romawi. Pada saat itu, kalender Romawi terdiri dari 10 bulan dengan total 304 hari, dimulai dari bulan Maret dan berakhir pada bulan Desember.

Namun, ketika Raja Numa Pompilius memutuskan untuk menambahkan bulan-bulan Januari dan Februari ke dalam kalender Romawi, dia tidak ingin mengubah jumlah hari dalam satu tahun. Oleh karena itu, bulan Januari dan Februari ditambahkan pada akhir kalender, sehingga bulan Februari hanya memiliki 28 hari.

Namun, masalah muncul ketika tahun-tahun berlalu, karena jumlah hari dalam satu tahun sebenarnya adalah 365,25 hari. Oleh karena itu, pada abad ke-16, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian untuk mengatasi masalah ini. Dalam kalender Gregorian, bulan Februari tetap memiliki 28 hari, kecuali pada tahun kabisat.

Tahun kabisat adalah tahun yang memiliki 366 hari, dengan bulan Februari memiliki 29 hari. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali, kecuali untuk tahun-tahun yang dapat dibagi dengan 100. Namun, tahun-tahun yang dapat dibagi dengan 400 tetap merupakan tahun kabisat. Misalnya, tahun 2000 adalah tahun kabisat, tetapi tahun 1900 bukan tahun kabisat karena tidak dapat dibagi dengan 400.

Dalam kalender Gregorian, bulan Februari tetap memiliki 28 hari untuk menjaga konsistensi dengan kalender Romawi yang digunakan sebelumnya. Namun, tahun kabisat telah ditambahkan untuk menyeimbangkan jumlah hari dalam satu tahun.

Jadi, meskipun pada awalnya bulan Februari hanya memiliki 28 hari untuk menjaga jumlah hari dalam satu tahun tetap sama, seiring berjalannya waktu, tahun kabisat diperkenalkan untuk menyeimbangkan jumlah hari dalam satu tahun. Oleh karena itu, bulan Februari saat ini memiliki 28 hari, kecuali pada tahun kabisat di mana bulan Februari memiliki 29 hari. (*)

Sumber:

Stephenson, F. Richard. "Roman Calendar." Encyclopedia Britannica, 26 Mar. 2019, https://www.britannica.com/topic/Roman-calendar.

Baca Juga: Jawab Tantangan Rendahnya Literasi Anak Indonesia, Kemedikbudristek Luncurkan Program Buku Bacaan Bermutu

Load More