/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 17:47 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengatakan pihaknya masih mendalami kasus insiden pesawat Susi Air yang dibakar. (Foto: Suara.com / ANTARA - Evarukdijati)

SuaraCianjur.Id- Pemerintah terus berusaha membebaskan pilot Susi Air bernama Philip Mark Merthens yang disandera oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Pemerintah menggunakan berbagai pendekatan dalam upayanya untuk menghindari terjadinya korban dalam pembebasan tersebut.

Dikutip dari SuaraJakarta, "Terutama melalui para tokoh agar tidak menimbulkan jatuh korban," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri, Sabtu (4/3/2023).

Mathius menjelaskan bahwa dari laporan yang diterimanya, posisi pilot asal Selandia Baru tersebut terus berpindah-pindah.

Namun, ia memastikan bahwa Philip Mark Merthens tidak berada bersama Egianus Kogoya, pimpinan OPM yang memimpin pembakaran pesawat milik Susi Air di Paro, Kabupaten Nduga.

"Yang pasti, baik sandera maupun OPM pimpinan Egianus Kogoya sudah tidak berada di Kabupaten Nduga," kata Fakhiri.

Meskipun demikian, Mathius menyatakan bahwa pembebasan Philip Mark Merthens tidak mudah dilakukan.

Ia memastikan bahwa sekeliling Philip Mark Merthens banyak dihuni warga sipil, termasuk anak-anak.

"Mudah-mudahan pembebasan dapat segera dilakukan tanpa ada korban jiwa," harap dia.

Baca Juga: Pertama Kali Buat Konten TikTok, DO EXO Coba Filter Lucu!

Diketahui, pada Selasa (7/2/2023), kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya membakar pesawat milik Susi Air yang dipiloti oleh Philip Mark Merthens di Paro, Kabupaten Nduga, dan menyandera sang pilot. (*)

Load More