/
Senin, 06 Maret 2023 | 14:07 WIB
Politis Partai Gelora, Fahri Hamzah (Suara/Ria Rizki)

SuaraCianjur.Id- Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengkritisi kinerja DPR RI periode 2019-2024 yang dinilainya kurang kritis terhadap pemerintah.

Menurutnya, DPR RI saat ini lebih memilih tidak memberikan kritik kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi serta pemerintah yang berkuasa.

Dikutip dari Suara.com, "Masa saya yang harus begitu, kritik ke Pak Jokowi. Mendingan saya kritik DPR dan DPD RI, eh kenapa kamu enggak kuat, katanya oposisi kenapa memble," kata Fahri kepada wartawan, Senin (6/3/2023).

Fahri juga menegaskan bahwa DPR RI saat ini berbeda dengan saat dirinya masih menjadi anggota DPR RI, bahkan ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Fahri berpendapat bahwa ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, ia memiliki amanat dan kewajiban untuk memberikan kritik yang konstruktif terhadap pemerintah.

"Karena itu kerjaan saya dan kerjaan itu juga disertai dengan diberikannya imunitas kepada saya. Jadi kalau dulu, orang bilang wah ini Fahri berani banget kritik KPK, kritik Pak Jokowi. Bukan berani, harus. Dan saya oleh negara dikasih kekebalan supaya omongan saya enggak dipidana (saat jadi anggota DPR)," tuturnya.

Fahri juga mengajak DPR RI untuk lebih kritis terhadap Presiden dan pemerintah, sehingga aspirasi rakyat bisa lebih tersampaikan dengan baik.

Adapun terakhir, Fahri menilai, anggota dewan yang memiliki pendapat berbeda dengan fraksinya, seharusnya tidak boleh dihukum.

"Saat seorang kader partai menjadi pejabat publik, berarti mereka sudah pindah ke dalam ruang negara, diatur oleh hukum publik, dan mendapat gaji dari rakyat. Berbeda dengan anggota partai yang tidak menjadi pejabat publik. Ranah anggota partai yang bukan pejabat publik adalah di internal partainya," pungkasnya. (*)

Baca Juga: 5 Cara Memanfaatkan Air Kelapa untuk Kesehatan Wajah, Kamu Harus Coba!

Load More