SuaraCianjur.id- Crazy rich asal Kota Surabaya bernama Wahyu Kenzo diringkus oleh Polisi. Wahyu Kenzo ditangkap di daerah Malang berkaitan dengan kasus robot trading.
Wahyu Kenso ditangkap polisi Resor Malang Kotapada hari Minggu (5/3) kemarin, akibat kasus robot trading ATG. Ha itu membuat rugi puluhan ribu korban. Dia juga kerap memamerkan harta kekayaannya dari aksinya tersebut.
DIkabarkan kalau Wahyu cuan Rp9 triliun dari korbannya yang diduga mencapai angka 25 ribu orang.
Menurut Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kalau pihaknya meringkus Wahyu Kenzo.
"Benar bahwa WK sudah diamankan dan ditahan di Polresta dalam perkara robot trading ATG," ucap Kombes Budi.
Sementara itu, kasus Wahyu Kenzo yang sempat ditangani oleh Polresta Malang Kota, saat ini kasusnya ditangani oleh Polda Jawa Timur. Kejahatan yang dilakukan oleh Wahyu Kenzo termasuk dalam kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.
"Jajaran Polda Jatim membantu menangani kasus ini. Nilai fantastis dengan kerugian mencapai Rp 9 triliun," ucap Kapolda Jatim, Irjen Toni Harmanto, di Mapolda Jatim.
Toni mengatakan ada 25 ribu korban yang menjadi ditipu oleh Wahyu Kenzo dalam kasus penipuan robot trading. Tak hanya di Indonesia saja, bahkan korbannya juga ada yang dari luar negeri.
“25 ribu orang tidak hanya di Indonesia tapi juga dari negara lain," jelas Irjen Pol Toni.
Wahyu Kenzo sebelumnya sudah resmi dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.
Dalam laporan tersebut, ada 141 investor yang diduga menjadi korban Wahyu. Mereka mengalami kerugian mencapai Rp15 miliar. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan