SuaraCianjur.Id- Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia.
Kanker payudara dapat terjadi pada siapa saja, namun terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker payudara pada seseorang.
Faktor-faktor resiko tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor-faktor yang tidak dapat diubah dan faktor-faktor yang dapat diubah.
Faktor-faktor resiko yang tidak dapat diubah adalah faktor-faktor yang tidak dapat dikontrol atau diubah, seperti:
Usia: Semakin tua seseorang, semakin besar kemungkinan mereka terkena kanker payudara. Sebagian besar kasus kanker payudara terjadi pada wanita yang berusia di atas 50 tahun.
Riwayat keluarga: Jika ada anggota keluarga yang pernah terkena kanker payudara, maka resiko seseorang terkena kanker payudara akan meningkat. Risiko akan semakin besar jika anggota keluarga yang terkena kanker payudara adalah ibu atau saudara perempuan.
Mutasi genetik: Beberapa orang dapat memiliki mutasi genetik yang meningkatkan risiko mereka terkena kanker payudara. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 adalah contoh mutasi genetik yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
Menstruasi dini: Jika seseorang mengalami menstruasi sebelum usia 12 tahun, maka risiko mereka terkena kanker payudara akan meningkat.
Menopause terlambat: Jika seseorang mengalami menopause setelah usia 55 tahun, maka risiko mereka terkena kanker payudara akan meningkat.
Baca Juga: Buka Festival Tenaga Kerja Mandiri 2023, Ini Pesan Menaker Ida
Sedangkan faktor-faktor resiko yang dapat diubah adalah faktor-faktor yang dapat dikontrol atau diubah, seperti:
Obesitas: Obesitas atau kegemukan dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara, terutama pada wanita setelah menopause.
Konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara.
Kurangnya aktivitas fisik: Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara.
Konsumsi obat hormonal: Konsumsi obat hormonal untuk pengobatan menopause atau kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker payudara.
Merokok: Merokok tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Tag
Berita Terkait
-
Belajar Merokok demi Peran, Ini 3 Fakta Lim Ji Yeon Pemeran Yeon Jin di Drama The Glory
-
Tingkah Laku AG Saat David Dianiaya: Merokok, Merekam, Menahan Kepala Mantan Pacarnya Pakai Tangan
-
Pelaku Anak AG Diketahui Bakar Rokok Saat David Mulai Dianiaya Mario Dandy, Mengapa Remaja Merokok dan Apa Bahayanya?
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
-
4 Model Dispenser Philips Terbaik Dan Hemat Daya
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 12 GB yang Worth Dibeli April 2026
-
Habiburokhman Bela Seskab Teddy soal 'Inflasi Pengamat': Ada Benarnya
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan