SuaraCianjur.Id- Kaldu tulang adalah resep makanan yang telah lama dikenal sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, termasuk penderita syaraf kejepit.
Kaldu tulang berasal dari tulang sapi yang direbus dalam waktu yang cukup lama sehingga zat gizi dan nutrisi dari tulang dapat larut dan masuk ke dalam kaldu.
Syaraf kejepit adalah kondisi di mana saraf terjepit atau tertekan oleh tulang, otot, atau jaringan lainnya.
Ini dapat menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kelemahan pada area yang terkena. Beberapa penyebab syaraf kejepit meliputi cedera, tekanan berulang pada area tertentu, atau kondisi medis tertentu seperti arthritis atau hernia.
Resep kaldu tulang telah diakui oleh banyak ahli gizi dan kesehatan sebagai salah satu cara yang efektif untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Ustad Zaidul Akbar, merekomendasikan kaldu tulang sebagai salah satu solusi untuk penderita syaraf kejepit. Syaraf kejepit adalah kondisi dimana saraf yang menghubungkan otot dan saraf terjepit dan menyebabkan rasa sakit, mati rasa, atau kelemahan pada area yang terkena.
Resep kaldu tulang sangat sederhana. Anda hanya perlu merebus tulang sapi bersama sayuran dan rempah-rempah seperti jahe, bawang putih, dan daun bawang selama beberapa jam. Setelah itu, saring kaldu dan simpan dalam wadah tertutup di dalam lemari es. Anda dapat memanaskan kembali kaldu tulang setiap kali ingin memakannya bersama nasi. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Youtube Dr Zaidul Akbar
Baca Juga: Bikin Sedih Penggemar, Jeno NCT Tunda Semua Jadwal Akibat Positif Covid-19
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung