SuaraCianjur.Id- Kejawen atau Kebatinan adalah agama lokal yang berkembang di Jawa, Indonesia.
Agama ini memiliki akar yang sangat kuat dengan kebudayaan Jawa, termasuk sistem nilai, adat istiadat, dan bahasa.
Kejawen menekankan pada hubungan manusia dengan alam dan roh, serta hubungan sosial yang saling mendukung.
Menurut buku "Kebudayaan Jawa dan Agama Lokal" yang ditulis oleh Soepomo Poedjosoedarmo, Kejawen adalah "pandangan hidup dan tata kepercayaan masyarakat Jawa yang mengandung unsur kebudayaan dan agama, yang bersifat universal dan memandang manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa."
Sebagai agama lokal, Kejawen seringkali dianggap sebagai suatu bentuk spiritualitas yang berbeda dengan agama-agama besar seperti Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha.
Namun, menurut jurnal "Kejawen: A Local Religion in Java" yang diterbitkan dalam Journal of Religion in Indonesia, banyak orang Jawa yang menggabungkan Kejawen dengan agama-agama besar tersebut, menciptakan suatu bentuk sinkretisme atau percampuran agama.
Para ahli menganggap Kejawen sebagai suatu bentuk agama lokal yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat Jawa modern.
Kejawen merupakan bagian penting dari kebudayaan Jawa dan memainkan peran yang signifikan dalam kehidupan masyarakat Jawa.
Dengan kepercayaan akan adanya kekuatan alam dan roh, Kejawen memberikan pandangan holistik tentang dunia dan manusia, serta mengajarkan nilai-nilai etis dan moral yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Indekos Penampungan PSK di Tambora Digerebek, 39 Pekerja Diamankan
Oleh karena itu, Kejawen patut dihargai dan dijaga keberlangsungannya sebagai warisan budaya yang berharga. (*)
(*/Haekal)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Timnas Indonesia vs Timor Leste, John Herdman: Lawan Dianggap Lemah Justru Paling Bahaya
-
Timnas Indonesia Bantai Kamboja di Piala AFF 2026, Kapten Persib Sampaikan Kritik
-
Minta Generasi Berakhlak, tapi Tak Peduli Gurunya Hidup Serba Kekurangan
-
7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari
-
3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh
-
Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
-
Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI
-
522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma