SuaraCianjur.Id- Mendaki gunung bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga dapat memberikan manfaat besar untuk kesehatan mental.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology, kegiatan olahraga outdoor seperti mendaki gunung dapat meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres, meningkatkan perasaan bahagia dan rasa percaya diri, serta memperbaiki kualitas tidur (Barton & Pretty, 2010).
Selain itu, mendaki gunung juga dapat memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan alam dan merasakan kedamaian yang sulit ditemukan di lingkungan perkotaan.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan menemukan bahwa kegiatan hiking di pegunungan dapat meningkatkan kepuasan hidup, meningkatkan perasaan bahagia dan meredakan gejala depresi (Kim & Lee, 2018).
Dalam bukunya yang berjudul "The Nature Fix", Florence Williams menunjukkan bagaimana menghabiskan waktu di alam dapat memberikan manfaat besar untuk kesehatan mental dan fisik.
Menurut Williams, menghabiskan waktu di alam dapat memperbaiki perhatian, meningkatkan kecerdasan emosional, dan mengurangi stres secara signifikan.
Para ahli juga menyoroti pentingnya keselamatan saat mendaki gunung.
Namun, ada pula risiko terkait kegiatan mendaki gunung seperti cidera atau bahkan kematian.
Oleh karena itu, pendaki harus mempersiapkan diri dengan baik dan tidak mengambil risiko yang tidak perlu.
Baca Juga: Letusan Kecil dan 20 Kali Tremor Masih Terasa dari Aktivitas Semeru
Mendaki gunung dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat untuk kesehatan mental, asalkan dilakukan dengan bijak dan memperhatikan keselamatan.
Dengan menghabiskan waktu di alam, pendaki dapat mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri, dan merasakan kedamaian yang sulit ditemukan di lingkungan perkotaan.
Sebuah pengalaman yang tak terlupakan dan dapat memperkaya kehidupan. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Williams, F. (2017). The Nature Fix: Why Nature Makes Us Happier, Healthier, and More Creative. W. W. Norton & Company.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak