/
Senin, 03 April 2023 | 07:30 WIB
Keributan antar suporter terjadi kembali saat laga PSIS melawan PSS di Stadion Jatidiri, Semarang. (Twitter)

SuaraCianjur.id - Kejadian kericuhan antarsuporter dalam laga PSIS Semarang vs PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Semarang pada Minggu (2/4/2023) malam WIB, kembali memicu polemik keamanan sepak bola di Indonesia.

Menurut keterangan yang diunggah akun twitter @FaktaSepakbola, Minggu (2/4/2023), sejumlah suporter yang hadir di stadion turun dari tribun dan memasuki lapangan, menyebabkan laga sempat dihentikan sementara waktu. Kejadian ini menambah catatan buruk sepak bola Indonesia yang selalu diwarnai kericuhan dan kekerasan antarsuporter.

Kejadian ini semakin membuktikan kepada FIFA bahwa Indonesia masih belum siap menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Sebelumnya, FIFA telah membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 karena faktor kemanan serta faktor politik yang menolak keikutsertaan timnas Israel.

Namun, kejadian kericuhan ini menunjukkan bahwa gagalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U20 bukan hanya terkait dengan isu politik semata, tetapi juga masalah yang lebih mendasar yaitu budaya suporter yang cenderung mengedepankan kekerasan dan konflik.

Kejadian ini tentunya menyoroti perhatina netizen. Dalam kolom komentar akun twitter @FaktaSepakbola, banya netizen yang menyoroti betapa buruknya sepak bola Indonesia. 

“Dari hulu ke hilir sedang tidak baik-baik saja,” tulis akun @bobotoh_ars****

“Paling cocok dibanned seumur hidup sepak bola Indonesia,” tulis akun @kein***. 

Perlu ada upaya konkret dan tegas dari pemerintah, pengurus sepak bola, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang aman dan damai. 

Hanya dengan terciptanya lingkungan yang aman dan damai, maka Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang layak bagi ajang-ajang besar seperti Piala Dunia U20 dan lainnya. (*)

Baca Juga: Ledakan Kilang Minyak di Dumai Tak Berdampak Terhadap Stok BBM di Sumbar, Ini Penjelasan Pertamina

Load More