/
Sabtu, 08 April 2023 | 06:30 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bersama dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Usai pembetalana Piala Dunia U20 2023, PSSI mendapatkan kartu kuning dari FIFA. Kesalahan jangan sampai terjadi lagi. (Foto: Twitter)

SUARA CIANJUR- FIFA memberikan sanksi relatih kepada dunia sepakbola Indonesia dalam hal ini melalui PSSI.

Namun terkait dengan sanksi yang diberikan FIFA, menurut pengamat sepakbol Indonesia sekalugus koordinator Save Our Soccer (SOS) bernama Akmal Marhali, untuk tidak merasa jemwan terhadap sanksi tersebut.

PSSI diberikan sanksi administrasi oleh FIFA, yakni pembekuan dana FIFA Forward, buntut dari pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023.

Akmal mengatakan sepakbola Indonesia masih beruntung soal FIFA yang hanya memberikan kartu kuning, bukan kartu merah.

"Beruntung kita hanya dapat kartu kuning bukan kartu merah. Tapi seluruh elemen sepakbola Indonesia, harus lebih mawas diri ke depannya," begitu kata Akmal dikutip dalam video yang diunggah dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (8/4/2023).

Akmal berpendapat, jika pemberian sanksi tersebut maka federasi sepakbola tertinggi di dunia itu, sudah menjaga kedaultan terhadap para anggotanya.

Sehingga menurutnya, Indonesia harus bisa lebih rendah hati dan mengakui soal kesalahan yang telah diperbuat.

Akmal mengingatkan jangan sampai Indonesia melakukan kembali kesalahan yang sama, hingga nasib soal tuan rumah Piala Dunia kemarin dicabut. Karena kata dia, Kendari mendapatkan hukuman ringan dari FIFA, namun perlu diingat kalau Indonesia berada dalam posisi yang salah.

Akmal melanjutkan terkait dengan hal yang krusial yang dilakukan pasaca pemberina sanksi ini, memperjelas legal standing yang berkaitan dengan sepakbola Indonesia. Termasuk dalam bidang cabang olahraga lainnya.

Baca Juga: Persiapan Menuju SEA Games 2023 Beckham Putra Nugraha Siap Berjuang untuk Timnas U-23 Indonesia

Ada baiknya kalau PSSI bisa duduk bareng dengan organisasi olahraga lainnya, untuk membahas permasalahan lainnya, dengan pihak pemerintah.

"PSSI harus duduk satu meja dengan organisasi olahraga lainnya untuk membahas hal ini, bareng pemerintah. Kita mau di posisi apa? Bersaing secara regional atau puas dengan kondisi saat ini," ungkapnya.

Contohnya berkaitan dengan posisi politik Indonesia, yang ahrus lebih jelas saat menggelar event dengan skala yang besar atau internasional.

Akmal juga menyarankan dengan judicial review, atas konstitusi bangsa supaya tidak diterjemahlan secara tekstual melainkan harus kontekstual.

Perwakilan FIFA mengecek kondisi Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Banyak kabar kalau FIFA sudah mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2023 (sumber: Foto: Suara.com / ANTARA - Bagus Ahmad Rizaldi)

"Jangan lagi kejadian seperti Piala Dunia U-20 terulang. Kasihan PSSI sudah capek-capek bidding dan akhirnya berhasil, namun akhirnya gagal jadi tuan rumah karena penolakan berbagai elemen terhadap (timnas U20) Israel," begitu kata dia.

Akmal juga berharap, dengan kejadian yang sudah terjadi pada saat ini, tidak ada lagi di kemudian hari. Indonesia dinilai harus seirus dan benar-benar, ketika menggelar event internasional.

Load More