SUARA CIANJUR - Bupati Cianjur, Herman Suherman, telah mengeluarkan larangan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, untuk mudik saat libur Lebaran tahun 2023.
Dalam pengumuman yang dilakukan oleh Herman, ia menyatakan bahwa para ASN diwajibkan untuk tetap berada di wilayah Cianjur selama libur Lebaran. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga situasi dan kondusifitas pada terjadi bencaa gempa bumi yang melanda beberapa waktu lalu.
"Seluruh ASN Pemkab Cianjur dilarang untuk mudik tahun ini. Bukan tanpa alasan saya mengeluarkan larangan tersebut. Sebagian warga Cianjur masih dalam suasana duka akibat dilanda bencana gempa. Masih banyak saudara-saudara kita yang tinggal di tenda-tenda pengungsian," kata Herman Suherman, dikutip dari laman Instagram @infia_fact, Senin (10/4/2023).
Keputusan ini menuai beragam reaksi dari berbagai piha. Ada yang merasa keberatan dengan keputusan tersebut karena dianggap melanggar hak asasi manusia.
“Gimana konsepnya bencana dikaitkan sama mudik. Orang berduka ya udah berduka, semua orang juga sedih tapi kok orang mau mudik dilarang? Gak Gubernur Gak Bupati akhir-akhir ini agak aneh kalo lagi kerja,” komen akun Instagram @darwinset***.
Meski begitu, keputusan Bupati Cianjur ini tetap harus dijalankan oleh para ASN di lingkungan Pemkab Cianjur. Para ASN diharapkan dapat memahami dan mematuhi keputusan ini demi kepentingan bersama dan kebaikan masyarakat Cianjur. Dalam situasi yang sulit seperti saat ini, semua pihak harus saling bahu-membahu untuk menghadapi tantangan yang ada. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha