SUARA CIANJUR- Jamiluddin Ritonga, seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, memberikan tanggapan terhadap wacana Koalisi Besar Istana.
Menurutnya, ia sependapat dengan prediksi yang menyatakan bahwa koalisi tersebut akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Jamiluddin juga mengatakan bahwa ada dua kandidat internal yang mungkin diusung sebagai calon wakil presiden, yaitu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
"Tentu kinerja Airlangga lebih baik. Airlangga selama ini menjadi menteri khususnya saat dan pasca pandemi Covid-19, kinerja sudah teruji. Sementara Cak Imin hingga saat ini belum terlihat kinerjanya," katanya.
Menurutnya, dalam hal kemampuan kepemimpinan, Airlangga Hartarto jauh lebih unggul dibandingkan Muhaimin Iskandar.
Hal ini terlihat dari kinerjanya yang masih mampu memimpin dengan baik dalam situasi krisis.
"Dari segi kekuatan partai, Golkar lebih banyak kursinya di DPR daripada PKB. Ini artinya, perolehan suara Golkar pada Pileg 2019 jauh lebih besar ketimbang PKB," jelasnya.
Meskipun begitu, baik Airlangga maupun Cak Imin dianggap memiliki elektabilitas yang rendah, sehingga keduanya tidak dianggap akan membantu perolehan suara bagi Prabowo.
Jamiluddin Ritonga tidak menutup kemungkinan bahwa Prabowo Subianto akan memilih calon wakil presiden dari luar koalisi besar untuk meningkatkan perolehan elektoral.
Baca Juga: Koalisi Besar Bakal Tentukan Pasangan Capres-Cawapres Yang Tepat Bersama Jokowi
Lamhot Sinaga, Ketua DPP Partai Golkar, menyatakan bahwa Airlangga Hartarto berpotensi besar untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2024, termasuk diusung oleh koalisi besar.
Dia berpendapat bahwa Airlangga adalah sosok yang sesuai untuk mengatasi polarisasi di masyarakat, yang sejalan dengan visi misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
"Jadi Pak Airlangga ini sekarang menjadi tokoh tengah, tokoh yang bisa diterima dengan baik dari sebelah kanan maupun dari sebelah kiri. Pak Airlangga adalah tokoh yang saat ini yang diterima oleh pihak manapun. Itu yang mau kami tawarkan," paparnya.
Airlangga, yang menjabat sebagai Menko Perekonomian, dianggap sebagai kandidat yang potensial untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden oleh Koalisi Besar yang terdiri dari lima partai politik pendukung pemerintah. (*)
Disclaimer, sumber diambil dari jaringan kerjasama Warta Ekonomi
(*/Haekal)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
FORESTRA 2026 Umumkan Line Up Tahap Kedua, Hadirkan Perpaduan Musik dan Keindahan Alam
-
Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Tebar Ancaman ke Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026, Hajime Moriyasu: Jepang Punya Peluang Menang
-
Membongkar Fenomena Anti-Intelektual di Media Sosial: Apa yang Salah dengan Kita?
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'