/
Kamis, 13 April 2023 | 10:51 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang menjadi cawapres potensial yang dipilih dari koalisi besar istana (Foto Istimewa)

SUARA CIANJUR- Jamiluddin Ritonga, seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, memberikan tanggapan terhadap wacana Koalisi Besar Istana

Menurutnya, ia sependapat dengan prediksi yang menyatakan bahwa koalisi tersebut akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden

Jamiluddin juga mengatakan bahwa ada dua kandidat internal yang mungkin diusung sebagai calon wakil presiden, yaitu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Tentu kinerja Airlangga lebih baik. Airlangga selama ini menjadi menteri khususnya saat dan pasca pandemi Covid-19, kinerja sudah teruji. Sementara Cak Imin hingga saat ini belum terlihat kinerjanya," katanya.

Menurutnya, dalam hal kemampuan kepemimpinan, Airlangga Hartarto jauh lebih unggul dibandingkan Muhaimin Iskandar. 

Hal ini terlihat dari kinerjanya yang masih mampu memimpin dengan baik dalam situasi krisis.

"Dari segi kekuatan partai, Golkar lebih banyak kursinya di DPR daripada PKB. Ini artinya, perolehan suara Golkar pada Pileg 2019 jauh lebih besar ketimbang PKB," jelasnya.

Meskipun begitu, baik Airlangga maupun Cak Imin dianggap memiliki elektabilitas yang rendah, sehingga keduanya tidak dianggap akan membantu perolehan suara bagi Prabowo.

Jamiluddin Ritonga tidak menutup kemungkinan bahwa Prabowo Subianto akan memilih calon wakil presiden dari luar koalisi besar untuk meningkatkan perolehan elektoral. 

Baca Juga: Koalisi Besar Bakal Tentukan Pasangan Capres-Cawapres Yang Tepat Bersama Jokowi

Lamhot Sinaga, Ketua DPP Partai Golkar, menyatakan bahwa Airlangga Hartarto berpotensi besar untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2024, termasuk diusung oleh koalisi besar.

Dia berpendapat bahwa Airlangga adalah sosok yang sesuai untuk mengatasi polarisasi di masyarakat, yang sejalan dengan visi misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Jadi Pak Airlangga ini sekarang menjadi tokoh tengah, tokoh yang bisa diterima dengan baik dari sebelah kanan maupun dari sebelah kiri. Pak Airlangga adalah tokoh yang saat ini yang diterima oleh pihak manapun. Itu yang mau kami tawarkan," paparnya.

Airlangga, yang menjabat sebagai Menko Perekonomian, dianggap sebagai kandidat yang potensial untuk diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden oleh Koalisi Besar yang terdiri dari lima partai politik pendukung pemerintah. (*)

Disclaimer, sumber diambil dari jaringan kerjasama Warta Ekonomi

(*/Haekal)

Load More