SUARA CIANJUR- Edukasi seksualitas atau edukasi seks merupakan hal yang perlu diadakan dan dipelajari untuk anak-anak muda sehingga mereka tidak terjerumus ke hal negatif karena kesalah pahaman atau salah kaprah.
Seorang psikolog klinis, Inez Kristanti kerap membagikan video pendek yang membahas tentang hal seksualitas dengan tujuan edukasi.
Salah satunya adalah empat mitos yang harus berhenti untuk dipercayai tentang dunia seksualitas, apa saja? Simak empat mitos tersebut di bawah ini.
1. Main sendiri itu selalu berbahaya
Maksud dari diksi 'main' dari video ini mengarah pada kegiatan masturbasi. Dalam penjelasan singkatnya, Inez menjelaskan bahwa apabila dilakukan secara tidak berlebihan maka ada manfaatnya.
"Sebenarnya, kalau ga dilakukan secara berlebihan dan ga ketergantungan ternyata ini ada manfaatnya. Misalnya, kita jadi tahu hal-hal apa aja yang kita suka, jadi kita bisa ajarin ke pasangan juga." kata Inez dalam video Tiktoknya.
2. Semakin besar, pasti semakin memuaskan
Kata 'Besar' tentu mengantarkan pada ukuran, menurut psikolog klinis ini menjelaskan bahwa beberapa wanita lebih memilih (prefer) yang sedang-sedang aja.
"Beberapa cewe prefer yang sedang-sedang aja, karena bisa lebih nyaman dan ga sakit buat rutin berhubungan. " ungkapnya.
Baca Juga: Liburan di Bali Disorot, Intip 10 Potret Gaya Kompak Fuji dan Rebecca Klopper
Inez kristanti menekankan bahwa lebih penting cara melakukan daripada ukuran.
3. Laki-laki itu selalu kepengen
Ternyata ada fakta yang harus diketahui khalayak, bahwa apabila laki-laki sedang kecapean, stres dan ada masalah di hubungan, mereka juga bisa ga kepengen lagi. Inez menambahkan, "Jangan langsung di curigain!" tulisnya dalam video pendek tersebut.
4. Kalau perempuan teriak berarti melakukannya dengan baik
Teriakan tersebut beberapa menjadi mitos, hal ini disampaikan oleh Inez "Bos, kadang cewe teriak tuh karena beneran sakit bukan enak. Cek ke pasangannya ya, apakah dia enjoy atau justru ga nyaman?". (*)
Sumber: Tiktok Inez Kristanti
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring