/
Kamis, 04 Mei 2023 | 13:42 WIB
Mafindo mengungkap fakta mengejutkan tentang hoaks pada kuartal I-2023! Jumlahnya meningkat dan tema politik mendominasi. (Freepik)

SUARA CIANJUR - Linda Salma, seorang anggota dari organisasi Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam pengakuannya menyebutkan bahwa selama kuartal I tahun 2023, ditemukan sebanyak 664 hoaks atau informasi palsu.

"Kami lihat pada kuartal I-2023 ini jumlah temuan hoaks oleh tim fakta Mafindo sebanyak 664 hoaks," sebut Linda.

Linda menyatakan bahwa terdapat peningkatan temuan hoaks pada kuartal I tahun 2023 dibanding periode yang sama pada tahun 2022. 

Bulan Januari menjadi bulan dengan temuan hoaks tertinggi yaitu 257 temuan. Dalam tiga bulan pertama tahun 2023, tema politik mendominasi jumlah temuan hoaks dengan 233 temuan (35 persen). 

Hoaks dengan tema politik memiliki jumlah yang lebih besar dibanding tema lainnya, yaitu sekitar dua hingga empat kali lipat.

Selanjutnya, tema urusan pribadi, kriminalitas, kesehatan, dan berita duka menjadi lima besar tren awal tahun 2023.

Menurut Linda, tema-tema yang muncul pada awal tahun ini cukup berbeda dengan tahun 2022 karena terdapat juga tema lain dan peristiwa unik yang menjadi sumber hoaks.

Selain itu, Linda juga mengungkapkan persentase lima besar tema hoaks berdasarkan saluran, alat, dan narasi. Persentase saluran pada lima besar tema hoaks menunjukkan bahwa penggunaan saluran YouTube menempati posisi pertama.

"Itu cukup dominan, yakni hampir 43 persen. Kemudian Facebook 37 persen, sisanya adalah saluran lainnya," ungkapnya.

Baca Juga: Demi Cantik Dewi Perssik Lakukan 'Operasi Plastik', Wajah Barunya Disebut Mirip Eyang Titiek Puspa

Linda juga mengungkapkan bahwa pada lima besar tema hoaks pada kuartal I-2023, alat yang paling banyak digunakan adalah alat campuran dengan persentase hampir 94 persen, sedangkan sisanya hanya 6 persen untuk alat lainnya.

Selain itu, narasi pada lima besar tema hoaks didominasi oleh narasi wedge driver dengan persentase sekitar 51 persen, diikuti oleh pipe dream sebesar 30 persen, dan boogies sebesar 6 persen.

Linda juga menyatakan bahwa tipe misinformasi/disinformasi yang paling banyak terjadi selama kuartal I-2023 adalah "Konten yang Menyesatkan" dengan jumlah temuan sebanyak 237 (36 persen), dan diikuti oleh "Konten yang dimanipulasi" dengan jumlah temuan sebanyak 178 (27 persen).

"Ini menunjukkan bahwa hoaks pada kuartal I-2023 sebagian besar didesain untuk mempengaruhi pembacanya dengan informasi yang menyesatkan atau termanipulasi," sambungnya.

Mafindo mencatat bahwa kombinasi antara teks dengan gambar atau video sangat dominan pada temuan hoaks selama kuartal I-2023, dengan jumlah sekitar 603 hoaks (91 persen). 

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan informasi visual memiliki kekuatan besar bagi pembuat hoaks untuk menyebarkan klaim mereka. (*) (ANTARA)

(*/Haekal)

Load More