SUARA CIANJUR - Menurut Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB, partainya sudah memutuskan dengan tegas untuk mengusung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto.
Dalam Pemilihan Presiden 2024, pasangan Prabowo dan Muhaimin akan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Mengutip dari Warta Ekonomi, "Formulanya sudah jelas, capres dan cawapres di tangan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar," ucap Jazilul.
Dari hasil Rapat Pimpinan Nasional Partai Gerindra, Prabowo telah memperoleh dukungan, sementara itu Muhaimin juga telah diberi mandat dari Muktamar PKB.
Oleh karena itu, baik PKB maupun Gerindra telah memutuskan untuk secara resmi mengusung keduanya sebagai calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024.
"Pembahasannya sudah selesai. Kami sedang menunggu untuk segera diumumkan pasangan capres dan cawapres," jelasnya.
Menurut Jazilul, dia berharap dapat segera mengumumkan kabar gembira tentang pasangan Prabowo dan Muhaimin.
Seharusnya, pengumuman tersebut telah disampaikan pada bulan Ramadhan lalu sesuai dengan arahan Ijtima Ulama.
Namun, sayangnya pengumuman tersebut tidak dilakukan pada saat itu.
Baca Juga: Karena Hal Ini KPU, Bawaslu dan DKPP Gelar Rapat Tripartite Malam Nanti
"Kalau telat, tentu akan kehilangan momentum," sebut Jazilul.
Menurut jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden akan dibuka pada tanggal 19 Oktober hingga 25 November 2023.
Hal ini sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang menyatakan bahwa calon presiden dan wakil presiden dapat diusulkan oleh partai atau gabungan beberapa partai politik yang memenuhi syarat tertentu.
Syarat tersebut adalah memperoleh paling tidak 20 persen kursi di DPR atau memperoleh 25 persen suara sah secara nasional di Pemilu anggota DPR pada periode sebelumnya. (*)
(*/Haekal)
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Ngabalin Semprot Benny K Harman yang Sebut Jokowi Kumandangkan Perang: Sekolah Ulang Deh, Gak Usah Ancam-ancam
-
Elite Demokrat Tuding Jokowi Kumandangkan Perang Gegara Dicap Cawe-cawe Urusan Pilpres, PKB: Ngeri, Perang sama Siapa?
-
Menerka Partai Baru yang akan Disinggahi Sandiaga Uno, PPP atau Kembali Bersama PKS?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas