SUARA CIANJUR – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso memberikan komentar terkait dengan para pemain Liga 1 yang bermain tarkam. Menurutnya, bermain tarkam akan menurunkan harga diri pemain.
“Tarkam itu malah menurunkan harga diri pemain professional. Apalagi dihina kalau melakukan kesalahan,” ujar Aji Santoso, dikutip dari laman Instagram @transfermarkt.co.id, Selasa (9/5/2023).
Selain itu, Aji Santoso juga mengingatkan bahwa bermain tarkam akan berpotensi menghasilkan cedera terhadap pemain yang bersangkutan.
“Saya dulu ketika masih jadi pemain tidak pernah main tarkam. Hanya dapat 1-3 juta rupiah, kena cedara malah jadi masalah,” ucap Aji Santoso.
Kemudian, mantan pemain timnas Indonesia tersebut menegaskan agar para pemain Liga 1 untuk tidak bermain tarkam
“Saya ingatkan, tidak perlu bermain tarkam,” pungkas Aji Santoso.
Selepas musim kompetisi berkahir, para pemain memang rehat dan tidak bertanding dalam beberapa bulan. Hal ini tentu membuka peluang mereka untuk bermain di liga tarkam, demi mendapatkan penghasilan tambahan.
Terbaru, setelah gagal menjadi bagian timnas Indonesia U22 di ajang SEA Games 2023 Kamboja, striker muda Hokky Caraka terlihat bermain di liga tarkam. Hal ini sontak langsung mendapat reaksi negatif dari publik sepak bola Indonesia. (*)
Baca Juga: Lucinta Luna Akui Sudah Begituan dengan 29 Cowok, Geng Verrell Bramasta Sudah Dibabat Habis
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut