SUARA CIANJUR – Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana belakang ini sedang menjadi sorotan. Hal ini karena mantan Wamenkumham tersebut banyak berikan kritikan terhadap wacana penerapan sistem proporsional tertutup.
Dalam analisa yang diunggah di laman Twitternya, dilihat Kamis (1/6/2023), Denny Indrayana jelaskan tentang potensi kekacauan yang akan terjadi jika sistem proporsional tertutup ini digunakan.
“Kekacauan jika sistem proporsional tertutup; Partai harus menyusun ulang, Bacaleg banyak yang mundur, berpotensi terjadi perebutan jual beli nomor urut, menanggun persiapan Pemilu,” tulis Denny Indrayana.
Selain itu, Denny Indrayana berikan masukan agar MK bijak dalam memutuskan.
“Open Lega Policy, tidak mengubah sistem pileg, tetap sistem terbuka. Kalaupun mau ada perubahan, proses legislasi di parlemen, tunggu hasil Pemilu 2024. Kalau tetap berketetapan mengubah menjadi sistem tertutup, dilaksanakan untuk Pileg 2029,” tulisnya.
Sebelumnya, Denny Indrayana mendapat sorotan tajam setelah beberkan informasi soal hasil putusan MK terkait dengan sistem Pemilu legislatif.
Menurutnya, informasi ini sangat kredibel dan dapat dipercaya.
“Informasi yang saya terima tentu sangat kredibel, dan karenanya patut dipercaya, karena itu pula saya putuskan untuk melanjutkannya kepada khalayak luas sebagai bentuk public control agar MK hati-hati dalam memutus perkara yang sangat penting dan strategis tersebut,” ujar Denny Indrayana. (*)
Baca Juga: Asabri Bayarkan Gaji Ke-13 ke Peserta Pensiun Mulai 5 Juni 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026