/
Selasa, 13 Juni 2023 | 12:08 WIB
Permintaan sidang terpisah antara Shane Lukas dan Mario Dandy ditolak, temukan alasannya disini ((Suara.com/Rakha))

SUARA CIANJUR - Sidang kasus penganiayaan berencana yang melibatkan David Ozora, Shane Lukas, dan Mario Dandy Satriyo memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) hari ini. 

Namun, permohonan yang mengejutkan diajukan oleh penasihat hukum Shane, yang memohon agar sidang kasus tersebut dipisah dengan sidang yang melibatkan Mario Dandy Satriyo.

Permohonan tersebut disampaikan oleh salah satu tim kuasa hukum Shane dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Hakim Alimin Ribut Sujono.

Shane dan Mario telah duduk di kursi terdakwa sejak awal sidang.

Tim hukum Shane mengungkapkan alasan permohonan tersebut, yakni khawatir bahwa sidang yang digabungkan akan menghambat kebebasan mereka dalam menyampaikan pertanyaan kepada saksi yang diperiksa di sidang hari ini.

"Kami meminta dan memohon supaya majelis memisahkan persidangan ini," tutur kuasa hukum Shane Lukas.

Mereka menambahkan bahwa pemisahan persidangan diperlukan agar mereka dapat mencari kebenaran materiil tanpa adanya pengaruh dari pemeriksaan yang dilakukan secara bersamaan dengan Mario.

"Jadi kami tidak mau terpengaruh pemeriksaan ini khusus ke pasal pokok perkara. Sehingga tidak ada kebebasan, kami untuk mencari kebenaran materil di persidangan ini," kata tim hukum Shane.

Hakim Alimin kemudian meminta tanggapan dari jaksa penuntut umum (JPU) terkait permohonan tersebut.

Baca Juga: Nyaleg, Vicky Prasetyo Ingin Berjuang Agar Guru Ngaji Diberi Gaji

Jaksa berpendapat bahwa persidangan sebaiknya tetap digabungkan, dengan alasan kesulitan dalam menghadirkan kembali saksi dan ahli yang telah dipanggil sebelumnya.

"Kami minta untuk pemeriksaan saksi digabung majelis. Mengingat saksi dan ahli yang kami panggil ini kalau sudah dua kali dipanggil, takutnya kami susah menghadirkan lagi," ucap jaksa. (*)

Load More