/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 18:50 WIB
Manik Marganamahendra menjadi bacaleg melalui Partai Perindo (instagram.com/manikmarganamahendra/)

SUARA CIANJUR - Effendy Syahputra, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo DKI Jakarta, mengungkapkan proses rekrutmen Manik Marganamahendra, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).

Manik menjadi sorotan karena sebelumnya mengkritik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), namun kini menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD DKI.

Effendy menyatakan bahwa ia awalnya mengenal Manik ketika keduanya masih menjadi mahasiswa.

Ia mengungkapkan bahwa Manik pada saat itu tidak memiliki minat untuk terlibat dalam dunia politik dan lebih dikenal sebagai sosok yang idealis.

"Kan dia sangat idealisme, awalnya memang tidak ada keingininan bergabung di politik," ujar Effendy saat dikonfirmasi, Jumat (16/6/2023).

Setelah lulus dan mempersiapkan diri untuk mendaftar sebagai Bacaleg DPRD DKI, Effendy mengungkapkan bahwa ia beberapa kali bertemu dengan Manik untuk berdiskusi.

Dalam kesempatan tersebut, ia berusaha meyakinkan Manik untuk terlibat dalam politik dan menjadi Bacaleg dari Partai Perindo.

"Kita yakinkan Partai Perindo berbeda dengan partai lain. Beliau bersedia bergabung, tidak hanya bergabung, tapi bertarung di Pileg di 2024 nanti di DPRD DKI," katanya.

Effendy menekankan salah satu poin utama yang disampaikan saat mengajak Manik adalah meyakinkan bahwa anak muda dapat memberikan dampak besar melalui keterlibatan dalam politik.

Baca Juga: Belanda Baru Akui Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Puan: Harusnya Bisa Dilakukan di Masa Lalu

Di dalam Partai Perindo, mereka juga berusaha untuk meningkatkan jumlah anak muda sebagai kader partai.

Ia berharap bahwa mereka dapat meraih suara dan memastikan kelangsungan partai yang dipimpin oleh Hary Tanoesudibjo, dengan memenangkan kursi di DPRD DKI Kebon Sirih.

"Kami ingin mematok 10-15 kursi DPRD DKI yang dihasilkan anak muda. Karena caleg unggulan kita, yang artinya duduk di nomor 1 dan 2 itu kebanyakan anak-anak muda yang umurnya 40 tahun," tukasnya. (*)

Load More